Ini Kabar Buruk Untuk Para Perokok

Buat Anda yang punya penyakit lambung atau maag, lebih baik berhenti, karena rokok bisa mengurangi antibodi melawan bakteri perusak lambung.

Beberapa waktu yang lalu, penelitian lain dilakukan atas lambung. Kali ini mereka melakukan penelitian atas efek rokok dan bakteri H.Pylori yang keduanya merupakan zat perusak lambung serta dinding usus dua belas jari. Meroko juga sepertinya menambah modifikasi radang yang terjadi karena bakter H.Pylori. Penelitian ini bertujuan mencari tahu apakah ada hubungannya antara merokok dan infeksi H.Pylori dalam populasi masyarakat Firlandia.

Subyek penelitian dilakukan pada 318 orang Firlandia yang positif mengidap infeksi H.Pylori dan infeksi usus besar. Pasien-pasien ini berusia sekitar 18-75 tahun; 73 diantaranya perokok). Sejarah kesehatan para pasien tersebut dicatat dan diupdate dengan menggunakan suatu sistem tersendiri bernama sistem Sydney.

Hasil dari penelitian tersebut, merokok memang mempengaruhi baik peradangan yang terjadi pada lubang yang ada dalam lambung, maupun mengecilnya organ tubuh tersebut. Dalam bagian lambung, para perokok menunjukkan kronik ringan dan peradangan dalam darah, sedikit terdapat pengecilan organ tubuh (atrophy). Pada para perokok, serangan bakteri H.Pylori lebih kuat pada lubang lambung tetapi tidak terlalu kuat pada tubuh lambung sendiri.

Merokok sepertinya mengurangi peradangan dalam tubuh lambung dan menunda perubahan (mengecilnya) organ lambung. Kemudian, adanya bisul atau luka dalam usus dua belas jari meningkat, tetapi bisul atau luka dalam lambung tidak. Merokok juga mengurangi cairan serum IgG antibody melawan bakteri H.Pylori dan persentase mereka menurun setelah penghilangan yang sukses, ada kemungkinan mempengaruhi kemanjuran serum yang digunakan saat diagnosa.

Para perokok yang diteliti berusia lebih muda dibandingkan para pasien yang tidak merokok, tapi saat penelitian dilakukan pada subyek berusia sama, perbedaan yang terjadi tetap sama. Kesimpulannya, pada perokok yang juga penderita maag yang disebabkan karena bakteri H.Pylori, merokok mengurangi peradangan dan perubahan atau pengecilan organ tubuh dalam lambung, begitu juga respon yang berbentuk cairan abnormal pada bakteri H.Pylori.

Bagaimana rokok memicu tukak lambung? Berdasarkan pustaka, mekanisme yang terjadi belum diketahui pasti namun diduga produksi prostaglandin pada lambung dihambat sehingga perlindungan terhadap mukosa lambung berkurang dan resiko tukak meningkat.

Stress dapat memicu tukak lambung karena dalam kondisi stress sangat dimungkinkan orang akan melakukan tindakan yang beresiko terjadinya tukak lambung seperti merokok, mengkonsumsi obat NSAID atau alkohol. Nah, masih mau nekat jadi perokok?

1782110_659193810786016_568751779_n

Iklan

Rokok Menthol Tingkatkan Risiko Stroke 2 Kali Lipat

Rokok sudah diketahui dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Walau demikian, masih banyak orang yang mau ambil risiko untuk menghisapnya, Bahkan inovasinya mulai beragam, salah satunya adalah rokok menthol. Padahal rokok jenis ini jauh lebih berbahaya.

Laporan sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Archives of Internal Medicine menegaskan bahwa penghisap rokok menthol lebih berisiko 2 kali lipat terserang stroke ketimbang penghisap rokok jenis lain. Risiko ini akan naik 3 kali lipat lebih tinggi pada wanita dan orang non kulit hitam.

“Salah satu mekanisme penyebabnya adalah karena mentol merangsang reseptor dingin di saluran napas bagian atas yang dapat meningkatkan waktu menahan napas. Pada gilirannya, ini memfasilitasi masuknya materi partikulat rokok ke dalam paru-paru,” kata peneliti, Dr Nicholas Vozoris seperti dikutip dari USA Today.

Sayangnya, Vozoris dari Rumah Sakit St Michael di Toronto ini belum dapat menjelaskan mengapa menghisap rokok mentol hanya ditemukan dapat meningkatkan risiko stroke saja. Penelitian ini tidak menemukan bahwa merokok menthol dapat memicu penyakit berbahaya lain seperti hipertensi, serangan jantung atau penyakit paru-paru.

Walaupun penelitian ini hanya menyoroti bahaya rokok menthol, para ahli mengatakan bahwa bukan berarti rokok-rokok lain aman bagi kesehatan. Menghisap rokok jenis apapun tetap berakibat buruk bagi kesehatan dan akan meningkatkan risiko terserang berbagai jenis kanker, penyakit jantung dan penyakit paru-paru.

“Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa merokok rokok mentol dapat menempatkan risiko terserang stroke lebih tinggi daripada rokok reguler yang tidak mengandung menthol,” terang Vozoris.

Obat Nyamuk Bakar = Asap dari 100 Batang Rokok.

Keberadaan nyamuk memang sangat mengganggu kenyamanan kita saat melakukan aktifitas Begitu banyak orang yang menggunakan obat nyamuk bakar untuk melindungi mereka dari gigitan nyamuk Entah itu ketika sedang bersantai, maupun sedang tidur. Siapa sangka jika obat nyamuk bakar yang katanya bisa membuat nyamuk menghilang justru membawa bencana buat kesehatan. Sebuah penelitian di Malaysia menunjukkan bahwa asap dari obat nyamuk adalah setara dengan 100 batang rokok. Akibatnya, masalah pernapasan pun kerap kali dialami oleh pengguna obat nyamuk bakar.
“Tidak banyak orang tahu tentang hal itu, tetapi kerusakan yang terjadi di paru-paru disebabkan oleh asap obat nyamuk bakar sama dengan 100 batang rokok,” kata, Sandeep Salvi, Direktur Penelitian Paru-paru.

Menurut studi lain di New Delhi, India, 55 persen penduduk kota yang tinggal dalam 500 meter dari sumber polusi udara seperti kendaraan jalan lalu lintas atau dekat dengan daerah industri, rentan terhadap polusi. Sehingga, dua juta anak di bawah usia lima tahun meninggal karena masalah pernapasan setiap tahunnya.(medicmagic/ADO)

Asap obat nyamuk bakar mengandung Propoxur dan transfluthrin .

Propoxur adalah senyawa karbamat (senyawa antaranya, MIC, pernah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerusakan syaraf ratusan ribu orang lainnya dalam kasus Bhopal di India) yang telah dilarang penggunaannya di luar negri karena diduga kuat sebagai zat karsinogenik sedangkan transfluthrin relatif aman hingga saat ini.

Bayi dan anak balita bisa dikatakan rentan terhadap obat nyamuk. Hal ini bisa terjadi karena organ-organ tubuhnya belum sempurna, daya tahan tubuhnya belum baik, refleks batuknya pun belum baik, dan sebagainya. Bahkan, bisa lebih berbahaya lagi pada anak yang alergi dan punya bakat asma.

Sangat rentan menjadi penyebab kebakaran, kadang kita meletakkan obat nyamuk bakar di dekat benda-benda yang mudah terbakar sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran.Dari apa yang anda baca di atas saya yakin anda sudah bisa mengambil kesimpulan bawha menggunakan obat nyamuk bakar itu sangat berbahaya untuk kesehatan kita, dan juga memiliki resiko menjadi penyebab kebakaran, oleh sebab itu alangkah baiknya jika kita mennggalkan cara ini untuk mengusir nyamuk.

Rokok Menthol Lebih Rentan Terkena Stroke

Hai bagi orang  perokok, mari baca ini ! Di antara para perokok, orang yang memilih rokok mentol cenderung menghadapi kemungkinan lebih besar untuk terserang stroke ketimbang pengisap rokok non-mentol. Hal itu tampaknya sangat tepat bagi perempuan dan orang Amerika non-Afrika. Demikian hasil sebuah penelitian terbaru di Amerika Utara.

Penulis studi tersebut menyatakan meskipun tak ada rokok yang baik buat kesehatan, temuan itu–yang belum lama ini diterbitkan di Archives of Internal Medicine–menyatakan orang mesti benar-benar menjauhkan diri dari semua rokok bermentol.

“Semuanya memang buruk, semuanya sudah dikatakan, dari perspektif pengurangan bahaya studi ini memberi pendapat untuk menghindarinya–setidaknya–jenis yang bermentol,” kata Nicholas Vozoris, seorang petugas klinik di St. Michael`s Hospital di Toronto, Kanada.

Untuk studi tersebut, Vozoris menggunakan informasi yang diambil dari survei gaya hidup dan kesehatan AS yang mencakup 5.028 perokok dewasa. Survei itu dilakukan dari 2001 sampai 2008.

Secara keseluruhan, sebanyak 26 persen responden mengatakan mereka biasanya mengisap rokok mentol, dan sisanya mengisap rokok tanpa mentol.

Beberapa ahli mengatakan mentol mempermudah orang untuk mulai merokok dan lebih sulit untuk berhenti sebab rasanya menyelubungi kerasnya tembakau.Di antara pengisap rokok mentol, 3,4 persen mengatakan dalam survei tersebut mereka pernah menderita stroke. Sementara itu, sebanyak 2,7 persen perokok tanpa mentol terserang stroke.

Setelah memperhitungkan jenis kelamin, suku dan usia perokok serta jumlah rokok yang diisap, Vozoris mendapati pengisap rokok mentol memiliki risiko dua kali lipat untuk terserang stroke dibandingkan dengan mereka yang memilih rokok non-mentol.

Perbedaan tersebut sangat jelas pada perempuan dan orang yang melaporkan dari suku selain Amerika-Afrika di dalam survei mereka. Di antara peserta studi itu, stroke tiga kali lebih umum dibandingkan dengan penghisap rokok mentol.

Vozoris mengatakan kepada Reuters Health, studi tersebut tak bisa membuktikan rokok mentol saja mengakibatkan peningkatan risiko stroke, dan bukan perbedaan tak terukur antara penghisap rokok mentol dan tanpa mentol.

Ia menambahkan perempuan dan orang Amerika non-Afrika tampaknya menjadi penyebab kaitan antara rokok bermentol dan stroke. Namun, ia merasa tak yakin mengapa dan studi itu juga tak menjawabnya.

Memilih rokok bermentol tak berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, penyakit paru-paru kronis atau serangan jantung dibandingkan dengan rokok standar.

Gordon Tomaselli, Presiden American Heart Association dan Kepala Kardiologi di Johns Hopkins University School of Medicine, mengatakan menarik bahwa studi tersebut memperlihatkan kaitan antara mengisap rokok bermentol dan stroke tapi bukan dengan tekanan darah tinggi.

Vozoris mengatakan mungkin saja mentol pada rokok memiliki dampak pada pembuluh darah, terutama yang memasok otak.

Menurut US Center for Disease Control and Prevention, mengisap rokok jenis apa pun meningkatkan risiko seseorang terserang sakit jantung sebanyak dua sampai empat kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Tomaselli, yang tak menjadi bagian dari studi itu, menambahkan, “Ini mengingatkan kita bahwa dampak mengisap rokok sangat luas dan itu mempengaruhi sejumlah sistem organ tubuh.”(ANS/Ant)
liputan6.com

http://asahannews.com/pengisap-rokok-mentol-lebih-rentan-terkena-stroke/