Manfaat Buah Ketapang

13931_1279298576572_798158_nManfaat Ketapang Secara Umum

Secara keseluruhan, hampir seluruh bagian dari pohon Ketapang dapat diambil manfaatnya. Daun-daunnya banyak digunakan untuk bahan dasar pembuatan tinta, bahan pewarna hitam, dan untuk menyamak kulit. Daun Ketapang mengandung 12 jenis tanin yang bisa dihidrolisis.

Kulit jaringan kayunya (pepagan) dapat dijadikan zat pewarna. Warna yang dihasilkan pepagan Ketapang adalah warna kuning kecokelatan hingga warna zaitun. Kulit jaringan kayu atau pepagan ini mengandung tanin sebesar 11% – 23%.Kayu pohon Ketapang berwarna merah bata pucat sampai kecokelatan. Berat jenis kayu yang disebut red-brown terminalia ini berkisar antara 0,465 hingga 0,675. Kayu pohon Ketapang tidak terlalu awet tetapi cukup ulet dan keras, karenanya kayu Ketapang banyak digunakan untuk menutup lantai (venir) dan membuat perahu.

Biji buah Ketapang bisa dimakan. Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa biji Ketapang lebih enak daripada biji kenari. Oleh karena itu, banyak pembuat kue menggunakan biji Ketapang sebagai pengganti biji kacang kenari dan almond. Jika dijemur, inti biji Ketapang akan menghasilkan minyak kekuningan.

Minyak ini kaya akan berbagai asam lemak, seperti asam oleat (sebanyak 23,3%), asam palmitat (55,5%), asam linoleat, asam miristat, dan asam stearat. Selain asam lemak, biji Ketapang kering juga mengandung 16% gula, 25% protein, dan berbagai jenis asam amino.

Buah Biji Ketapang dan Kolesterol

Berdasarkan penelitian yang dilakukan para peneliti di Universitas Toronto, Kanada, buah biji Ketapang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Fakta ini didapatkan sebagai hasil dari penelitian yang melibatkan tiga kelompok partisipan.

Dalam penelitian buah biji Ketapang ini, kelompok pertama menurunkan kadar kolesterol dengan cara melakukan diet tingkat rendah, yakni hanya mengonsumsi makanan yang mengandung krim susu dan mengonsumsi sereal. Kelompok kedua melakukan diet yang sama dengan kelompok pertama.

Hanya saja pada kelompok kedua diet tersebut dilengkapi dengan konsumsi pil penurun kadar kolesterol sebanyak 20 ml per hari. Kelompok ketiga menjalani diet ketat sambil mengonsumsi makanan berserat, kedelai, dan buah biji Ketapang.

Kemudian, hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ketiga (yang mengonsumsi buah biji Ketapang) berhasil menurunkan kadar kolesterolnya hingga lebih dari 30%. Pasalnya, buah biji Ketapang mengandung vitamin E dalam jumlah yang banyak. Vitamin E tersebut berfungsi sebagai pemicu turunnya jumlah protein C-reaktif. Jumlah protein C-reaktif yang tinggi menunjukkan bahwa adanya peradangan arteri dalam tubuh yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung

Iklan

Tomat Setengah Matang atau Matang ???

Menurut Ahli Nutrisi, Emilia Achmadi M.Sc., selain sebagai antioksidan yang baik untuk tubuh, tomat dapat melancarkan sirkulasi darah dan menjaga kesehatan jantung. Karena itu, kebiasaan Anda mengonsumsi jus tomat cukup baik.

Akan tetapi, memang lebih disarankan mengonsumsi jus dari tomat matang dibanding yang setengah matang. Selain beberapa gizi belum terbentuk sempurna saat tomat belum matang, kandungan gula alami dalam tomat setengah matang lebih sedikit dibanding buah matang. Karena rasanya tidak terlalu manis, dikhawatirkan Anda jadi tergoda untuk menambahkan banyak gula pada campuran jus Anda. Padahal, bila gula bergabung dengan asam amino yang terkandung dalam tomat akan terbentuk reaksi kimia yang disebut glycation yang dapat merusak kulit.

Jika ingin menambah rasa manis pada jus tomat setengah matang Anda, campurkan jus tersebut dengan buah lain yang manis. Anda bisa mencoba mangga atau semangka agar mendapatkan rasa manis alami. Boleh juga dengan menambahkan madu.

Stroke Usia Muda Percepat Kematian

orang dewasa yang menderita stroke sebelum usia 50 tahun lebih mungkin meninggal selama 20 tahun berikutnya dibandingkan mereka yang tidak memiliki penyakit tersebut. Kondisi kesehatan yang buruk di awal usia muda menjadi faktor yang mengarah pada kematian.

Sekira 10 persen dari stroke terjadi pada pasien di bawah 50 tahun dan kejadian stroke pada kelompok usia ini telah meningkat di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Para peneliti melakukan pengamatan mengenai risiko meninggal pada mereka yang mengalami stroke pada usia di bawah 50 tahun. Peneliti mengamati status kelangsungan hidup 959 pasien pada November 2012. Dari 959 pasien, sebanyak 192 orang (20 persen) dari pasien meninggal, demikian yang dilansir Everydayhealth.

Para peneliti menemukan bahwa risiko kematian akibat stroke selama 20 tahun masa tindak lanjut adalah sekira 25 persen untuk pasien dengan stroke ringan, sekira 27 persen untuk pasien yang stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh, dan 14 persen untuk pasien dengan pendarahan, atau hemorrhagic stroke.

Penyakit vaskular yang mendasari penyebab stroke pada usia relatif muda terus menempatkan pasien pada peningkatan risiko untuk penyakit vaskular sepanjang hidup mereka.

Orang yang pernah mengalami stroke ketika muda dapat meminimalkan risiko dengan menurunkan faktor risiko, seperti perubahan gaya hidup, kebiasaan makan yang lebih sehat, olahraga, serta berpantang dari merokok dan alkohol.

Ingin Tingkatkan Kinerja Otak? Cobalah Bermain Game Non-action

Bermain video game di handphone dapat menawarkan hiburan tersendiri bagi seseorang. Pilihan permainan yang tepat dan tidak mengandung unsur kekerasan, diketahui bermanfaat meningkatkan kinerja otak.

Peneliti dari Nanyang Technological University di Singapura menemukan bahwa game mobile yang lebih santai dan non-action dapat meningkatkan kemampuan berpikir. Sebelumnya, telah banyak studi yang mempelajari tentang game yang mengandung unsur action atau kekerasan, sedangkan studi ini adalah yang pertama kali mempelajari tentang pengaruh game non-action terhadap otak.

“Kami juga memfokuskan penelitian terhadap game yang dimainkan melalui ponsel pintar (smartphone) dan bukan pada komputer atau game konsol,” kata Michael D. Patterson, PhD, asisten profesor di Nanyang Technological University di Singapura, yang menulis studi tersebut, seperti ditulis Everyday Health, Kamis (14/3/2013).

Studi ini ingin menemukan implikasi tentang bagaimana orang menggunakan video game sebagai pelatihan. Artinya seseorang bebas memainkan game di mana pun, seperti saat menunggu bus dan tidak harus berkutat dengan komputer di dalam murah.

Peneliti membagi peserta penelitian secara acak untuk memilih permainan yang disukainya baik itu action atau non-action. Peserta yang memilih permainan non-action disediakan game yang mengandalkan memori dan bukan kecepatan reaksi, seperti ‘The Sims 3’ yang merupakan game simulasi kehidupan.

Peserta kemudian ditugaskan untuk bermain selama satu jam sehari, lima hari seminggu, selama satu bulan. Peneliti menemukan bahwa keterampilan berpikir masing-masing peserta didorong oleh pelatihan yang tergantung pada jenis permainan yang dipilihnya.

Berbeda dengan game ‘action’ yang membutuhkan reaksi cepat dan kewaspadaan visual yang lebih tinggi untuk melacak keberadaan musuh, game non-action seperti puzzle umumnya tidak memerlukan reaksi cepat. Oleh karena itu, game action dapat membuat seseorang mampu mengabaikan hal-hal di sekitarnya yang menurutnya sebagai gangguan atau pemecah konsentrasi permainan.

Sedangkan bermain game non-action justru dapat meningkatkan kemampuan untuk memilah gangguan tersebut tanpa memiliki efek negatif dari game action, termasuk agresivitas.

sumber : health.detik.com

Jenis Minuman Yang Terburuk Untuk Tetap Terhidrasi

Penting bagi Anda untuk minum lebih banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi dan metabolisme tubuh dapat berjalan dengan lancar. Ada beberapa jenis minuman yang perlu Anda hindari untuk meredakan rasa haus akibat dehidrasi.

Seseorang membutuhkan cairan untuk dapat menjalankan fungsi tubuhnya dengan baik. Air adalah unsur kunci dalam darah, getah bening dan keringat, yang juga berfungsi membantu pencernaan, bantal sendi dan jaringan, dan membantu mengatur suhu tubuh.

Bahkan, lebih dari setengah dari berat tubuh manusia hanyalah air. Air juga membantu Anda agar tetap merasa berenergi, sehingga Anda akan merasa lelah atau sakit kepala ketika kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi. Anda juga dapat mengalami sembelit atau bahkan infeksi saluran kemih.

Para ahli juga telah menyatakan bahwa setiap orang perlu minum 8 gelas air sehari. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda, tergantung pada usia dan ukuran, tingkat aktivitas dan bahkan cuaca. Yang juga penting adalah seberapa banyak air yang Anda peroleh melalui makanan. Buah-buahan, sayuran, dan sup dapat berkontribusi terhadap tingkat cairan tubuh.

Jangan sembarangan dalam memilih minuman untuk mengatasi dehidrasi. Beberapa minuman mungkin dapat mengatasi rasa haus dengan cepat tetapi juga lebih banyak memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Berikut adalah pilihan jenis minuman yang terburuk untuk tetap terhidrasi:

1. Minuman manis

Anda mungkin tidak lagi merasa haus setelah minum minuman manis, seperti sari buah, soda, atau sirup. Tetapi minuman tersebut sarat dengan kalori karena sekitar 355 mililiter cairan manis biasanya mengandung 10 sampai 13 sendok teh gula.

Daripada mengambil minuman manis untuk mengatasi rasa haus, cobalah memberikan tambahan rasa yang alami pada air putih. Misalnya menambahkan perasan air sari lemon atau jeruk nipis ke dalam air putih yang membuat rasanya lebih menarik.

2. Jus buah dan sayuran

Jus buah dan sayuran memang dapat menyegarkan kembali tenggorokan yang kering karena dehidrasi, ditambah dengan manfaat vitamin dan mineral. Tetapi jus juga mungkin menyumbangkan kalori yang berlebihan karena seringkali ditambahkan gula.

Selain itu, jus juga dapat meninggalkan efek buruk bagi kesehatan mulut. Cobalah untuk tidak minum lebih dari secangkir jus buah atau sayuran dalam sehari. Akan lebih baik jika Anda makan buah-buahan tersebut secara utuh, misalnya tomat, semangka dan jeruk yang kaya akan kandungan air dan serat yang penting.

3. Minuman energi

Minuman energi mengandung gula dalam jumlah besar dan tinggi kandungan kafeinnya, yang mungkin menimbulkan risiko kesehatan, terutama untuk anak-anak, remaja dan wanita hamil atau menyusui. Daripada mengusir haus dengan minuman energi, Anda dapat memilih susu sebagai gantinya.

Susu adalah minuman yang menawarkan energi dan 80 persennya berupa cairan yang dilengkapi dengan protein, karbohidrat, sedikit lemak dan masih banyak nutrisi lainnya.

4. Alkohol

Alkohol memang dapat mengobati rasa haus, tetapi bukannya mengusir dehidrasi, alkohol dapat menyebabkan rasa haus setelahnya.