8 Efek Bra Terlalu Ketat

Bra bukan hanya berfungsi sebagai pakaian dalam yang melindungi bagian intim tubuh wanita, tetapi juga menunjang kesehatan tubuh. Sayangnya, banyak wanita yang mengenakan bra dengan ukuran yang salah. Hal tersebut tentu saja berisiko pada tubuh.Pemilihan ukuran dan cup bra tidak tepat, tak hanya merusak bentuk payudara, tetapi juga menyebabkan masalah kesehatan lainnya, termasuk gangguan tulang belakang.

Lakukan dua kali pengukuran memakai pita pengukur dengan ukuran inci, dan pakailah bra tanpa bantalan saat melakukan pengukuran untuk mendapatkan ukuran yang benar-benar pas.

Sebagian wanita lebih suka mengenakan bra berukuran lebih kecil karena dianggap bisa membuat payudara terlihat lebih padat. Padahal mengenakan payudara kekecilan bisa menganggu kesehatan.

Berikut efek yang terjadi pada tubuh bila mengenakan bra kekecilan berdasarkan studi Sports Medicine Australia dan Breast Research Australia, seperti dilansir timesofindia, Jumat (5/10/2012):

  1. Pernapasan terganggu. Jika bra terlalu ketat atau jika underwire (kerangka bawah bra) tidak pas pada tulang dada, Anda tidak akan bisa bernapas dengan benar.
  2. Gangguan pencernaan. Bra yang ketat dapat menyebabkan gangguan pencernaan, yang dapat menghambat aliran sistem pencernaan.
  3. Nyeri punggung.Bra tidak pas juga dapat meningkatkan risiko sakit punggung.
  4. Postur tubuh yang buruk. Bra terlalu ketat dapat membuat Andan cenderung membungkuk, sehingga menyebabkan ketegangan.
  5. Lecet. Bra yang kekecilan juga dapat membatasi sirkulasi darah dan oksigen ke bagian-bagian tertentu dari tubuh. Gesekan dari bra yang ketat juga dapat menyebabkan goresan dan lecet pada kulit.
  6. Nyeri payudara. Sirkulasi yang terbatas pada payudara dapat membuat Anda tidak nyaman. Hal ini dapat menyebabkan masalah berikutnya seperti nyeri pada payudara.
  7. Kanker payudara. Bra kekecilan dapat membatasi aliran getah bening pada payudara, yang dapat meningkatkan racun dalam payudara sehingga dapat memicu kanker.
  8. Sakit kepala. Bra ketat juga membatasi dibatasi aliran darah, menyebabkan kekurangan oksigen yang memicu sakit kepala.

 

Bra Bikin Kanker?Benarkah?

Benarkah pemakaian bra saat tidur bisa memicu munculnya kanker payudara?
“Nggak betul itu, tidak ada hubungan antara mengenakan bra saat tidur dengan munculnya kanker payudara,” kata dr. Febriansyah, SpOG., yang berpraktik di RSIA Kemang Medical Care, Kemang, Jakarta Selatan. Menurut dia, wanita boleh saja mengenakan bra saat tidur.

“Asalkan pilih bra yang tidak berkawat, karena model bra seperti ini membuat payudara tertekan. Akibatnya, aliran darah tidak lancar dan ini akan memengaruhi kesehatannya,” kata dr. Febriansyah.

Idealnya, lanjut Febriansyah, saat tidur memang sebaiknya tidak mengenakan pakaian dalam agar aliran darah bisa lebih lancar, tubuh menjadi lebih rileks, dan saat bangun tidur tubuh terasa lebih bugar.

“Kalau payudara tertekan, bra akan menghambat aliran darah sehingga menimbulkan beberapa masalah, misalnya merasa pegal dan sakit,” tambahnya.

Sama halnya dengan pria. Kata dia, informasi yang menyebut pria mengenakan celana dalam saat tidur bisa menyebabkan kemandulan itu tidak benar.“Yang pasti, pria sebaiknya tidak mengenakan celana dalam ketat saat tidur. Sama saja tujuannya supaya tidak ada tekanan pada alat kelamin dan aliran darah lancar,” katanya.

Pria boleh saja mengenakan celana saat tidur, tapi pilihlah model celana longgar misalnya celana boxer. Baik pria maupun wanita, tidur hendaknya mengenakan pakaian longgar atau tidak terlalu ketat.

“Wanita yang mengenakan celana dalam terlalu ketat, sirkulasi udara pada vaginanya bisa terganggu. Hal ini dapat menimbulkan masalah keputihan,” kata Febriansyah.

Selain harus longgar, lanjutnya, hendaknya pria maupun wanita mengenakan pakaian yang mampu menyerap keringat. Sebab, di saat tidur, tubuh kita berkeringat. “Jangan mengenakan pakaian berbahan polyester karena bahan ini tidak menyerap keringat.

sumber : yahoo.com