Menu Makanan Sehat Untuk Maag

Menu makanan sehat penderita penyakit maag yg pasti adalah makanan yg mempunyai tekstur lembut dan tidak mempunyai rasa yang tajam sehingga tdk merangsang produksi asam lambung. Untuk porsinya tdk perlu terlalu besar, cukup porsi kecil namun sering diberikan dlm selang waktu tiap 3 jam sekali. Makanan juga harus memenuhi kecukupan nilai kadar gizi bagi tubuh, baik protein, karbohidrat, vitamin, mineral dan juga air.

431934_545876882117710_1827185537_n

Menu makanan yg memiliki kandungan gas berlebih seperti, kubis, kembang kol, nangka, durian, kopi, minuman bersoda dan juga makanan atau minuman beralkohol harus dihindari. Makanan sebaiknya tdk memakai bahan ataupun bumbu yg tajam seperti asam jawa, belimbing wuluh, asam kandis, asam gelugur, jeruk nipis, cabai, cuka dan lada.sehingga bisa merangsang produksi asam lambung.

Makanan yg sebaiknya dihindari juga oleh pennderita penyakit maag adalah makanan yg susah dicerna seperti makanan yg berbahan beras ketan, singkong, jali, ubi, butter cream, kue tart dll. Begitu juga dgn makanan yg berserat tajam seperti kedondong dan nenas juga harus dihindari bagi penderita penyakit maag ini.

Untuk proses memasak menu makanan sehat yg disarankan bagi penderita penyakit maag adalah dgn direbus dan dikukus. Tujuan utamanya adalah supaya bisa menghasilkan makanan yg bertekstur lembut/lunak. Makanan yg dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang, selain makanan menjadi kering, liat dan keras maka minyak yg masih tersisa pada makanan juga dapat merangsang rasa mual pada penderita penyakit maag.

Hal utama yg perlu diperhatikan supaya terhindar dari gangguan pencernaan atau penyakit maag adalah dgn menjaga pola hidup yg teratur, istirahat cukup dan terutama pola makan yg sehat. Jadi menu makanan sehat dan cukup gizi adalah hal utama harus diperhatikan dalam menjalani pola hidup sehat untuk penderita penyakit penyakit maag.

Tempat Gym Berpotensi Terjadi Penularan Penyakit

Pergi ke tempat gym dianggap cara paling ampuh untuk mendapatkan kesehatan. Tapi, tak banyak mengetahui bahwa dengan pergi ke tempat gym dapat membuat pengunjungnya menjadi sakit.

Menurut sebuah survei seperti dilansir Daily Mail, dengan mengunjungi tempat gym dapat membuat seseorang terkena pilek, flu, atau bahkan jamuran pada kaki yang disebabkan virus-virus yang terdapat pada alat-alat gym tersebut.

Hasil survei sebanyak 74 persen mengatakan bahwa kebersihan di gym sangat buruk karena jarangnya dilakukan pembersihan pada alat gymnya.

Hampir setengah dari pengunjung mengakui sering menggunakan yang bukan barang miliknya sendiri. Seperti handuk, botol air dan sabun. Para pengunjung tersebut juga mengakui bahwa sering kali menaruh handuk bekas mengelap keringatnya di alat gym yang dipergunakan oleh orang tersebut.

Kepala Profesional Perusahaan dan Kebugaran Kesejahteraan, Sarah Marsh, mengatakan, “Ya itu merupakan hal yang sering kali dilakukan orang sebelum Anda menyeka keringat di alat gym yang dipergunakan. Makanya itu, implikasi kesehatan dan masalah kesehatan yang terdapat pada gym sebenarnya tidak terlalu baik.”

Sarah pun menambahkan bahwa penyebab penyakit menular terjadi setiap hari. Kuman dengan mudah ditularkan dari tangan yang tidak bersih melalui kontak langsung dengan seseorang atau tidak langsung tetap saja dapat terkontaminasi.

Kuman-kuman itu dapat menyebabkan seseorang muntah dan diare atau bahkan dapat terkena infeksi pernapasan.

Beberapa survei pun menambahkan bahwa banyak orang yang pergi ke gym belum membersihkan badannya terlebih dulu. Ada juga yang baru saja bangun tidur, langsung ke tempat gym. Biasanya orang-orang seperti ini jarang menggunakan deodoran dan mengganti kaos kakinya. Bahkan 16 persen mengaku tidak mencuci pakaian olah raga yang ia gunakan.

SUMBER : Liputan6.com

Jenis Batuk Itu Apa Aja Sih ?

Batuk merupakan penyakit yang sering kita jumpai pada orang-orang di sekeliling kita atau kita sendiri yang menderita batuk. Karena sering terjadi dan biasanya tidak berakibat buruk, maka batuk sering diabaikan atau dianggap tidak berbahaya. Batuk bukanlah penyakit, tetapi merupakan petunjuk bahwa ada yang tidak beres pada tubuh kita baik karena penyebab yang ringan sampai merupakan gejala dari penyakit yang berat yang dapat mematikan. Walaupun jenis batuk kelihatannya hampir sama, tetapi penyebabnya dapat berbeda.

Jangan menganggap enteng batuk karena ada beberapa Jenis-Jenis Penyakit Batuk yang dapat mengganggu aktifitas anda bahkan untuk jangka waktu yang sangat lama. Mengenal berbagai jenis Penyakit ini akan sangat bermanfaat untuk anda karena dengan demikian anda dapat mengetahui cara mengatasinya dengan efektif.

Jenis-Jenis Penyakit Batuk Secara Umum.

Secara umum, kita dapat mengelompokkan penyakit batuk menjadi 2, yaitu batuk produktif dan batuk tidak produktif. Pengelompokan ini didasarkan pada ada dan tidaknya dahak yang diproduksi oleh si penderita.

  • Batuk Produktif.

Masyarakat luas pada umumnya Mengenal Penyakit ini dengan sebutan batuk berdahak. Batuk berdahak adalah batuk yang disertai dengan dihasilkannya dahak. Batuk berdahak sangat mengganggu karena terasa gatal dan dahak akan keluar seiring dengan batuk. Hal ini membuat orang yang sedang mengalaminya harus bolak-balik membuang dahak setiap kali batuk. Hal ini tentu saja merepotkan terutama bagi mereka yang harus tetap beraktivitas saat batuk sedang menyerang.
Untuk mengatasi batuk berdahak, pilihlah obat batuk khusus untuk batuk berdahak. Perawatan di rumah juga dapat dilakukan dengan cara menghirup uap panas atau dengan banyak minum air putih hangat.

  • Batuk Tidak Produktif.

Batuk tidak produktif, atau batuk tidak berdahak atau disebut juga batuk kering, adalah jenis batuk yang tidak disertai produksi dahak yang berlebihan. Gatal di tenggorokan biasanya dialami oleh si penderita dan sangat mengganggu aktivitas. Untuk mengatasinya, minum obat batuk khusus untuk batuk kering, dan minum banyak air putih.

Jenis-Jenis Penyakit Batuk Lainnya.

Batuk ada juga yang dikelompokkan berdasarkan berapa lama batuk tersebut bertahan yaitu:

  • Batuk Akut.

Batuk akut merupakan jenis batuk yang berlangsung kurang dari 2 minggu. Batuk jenis ini biasanya disebabkan oleh masuk angin, influenza, atau infeksi sinus.

  • Batuk Kronik.

Batuk kronik merupakan jenis batuk yang bertahan selama lebih dari 2 minggu, bahkan ada juga yang menahun. Jenis batuk ini juga terjadi secara berulang. Penyebab batuk kronik antara lain adalah asma, TB, dan batuk rejan. Batuk rejan dapat dicegah sejak dini dengan cara memberikan imunisasi DPT. Cara mengatasinya adalah dengan segera menghubungi dokter agar tidak menjadi terlalu parah.
Dengan mengetahui jenis-jenisnya, maka saat Anda terserang batuk ada dapat mencari dan memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan jenis-jenis penyakit batuk yang Anda derita.

Sakit Gigi = Gerbangnya Penyakit Lain

Kabar buruknya, masalah yang ditimbulkan oleh sakit gigi dan sakit gusi ini dalam situasi dan kondisi tertentu bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit lain. Mulai dari kadar mengganggu, hingga ke tingkat yang cukup mengkhawatirkan.

• Migrain

Keluhan migrain atau sakit kepala sebelah biasanya disebabkan adanya masalah pada gigi bungsu (wisdom tooth). Beberapa orang baik-baik saja dengan kehadiran gigi bungsu, namun tak sedikit yang bermasalah. Ada beberapa problem saat gigi bungsu ini tumbuh, tapi yang biasanya menjadi penyebab migrain adalah ketika gigi tersebut tumbuh miring. Karena posisinya tidak tepat, dia cenderung mendorong gigi depannya. Akibatnya, saraf pada gigi terganggu hingga menjalar ke saraf di kepala. Tidak jarang sakit pada gigi ini menjalar sampai ke pundak.

• Sinusitis

Dilihat letaknya, gigi dan salurannya berhubungan dengan THT (telinga hidung tenggorokan). Salah satunya adalah gigi atas bagian depan yang berdekatan dengan rongga sinus. Sinus ini seharusnya adalah sebuah ruang kosong. Bila gigi di bagian ini mengalami infeksi, maka infeksi yang menjalar ke dalam akan membawa bakteri ke rongga sinus. Kuman dapat berkembang dan menyebabkan infeksi, sehingga terjadilah sinusitis (peradangan, atau pembengkakan jaringan yang melapisi sinus).

• Gangguan Pernapasan

Dalam sebuah jurnal kesehatan gusi dan mulut disebutkan, radang gusi bisa meningkatkan risiko kambuhnya penyakit asma. “Seorang kolega dokter mengatakan, ketika dia merawat pasiennya dengan perawatan gusi, lalu radang pada gusi tersebut sembuh, asma yang diderita pasien ikut membaik,” kata drg. Inge. Namun, ia menambahkan, hubungan antara radang gusi dengan gangguan pernapasan ini masih dalam penelitian awal.

• Sakit Rahang

Tak hanya sakit gigi dan sakit gusi, beberapa kasus juga bisa menyebabkan sakit pada rahang. Penyebabnya beragam. Pertama, ada beberapa orang yang terlahir dengan kondisi rahang kurang sempurna. Gigitan, yaitu pertemuan gigi bagian atas dan bawah tidak pas. “Gigitan itu ada polanya. Kalau gigitan itu tidak ideal, bisa menyebabkan trauma sendi. Kalau sudah parah, untuk membuka dan menutup mulut saja sulit,” jelas drg. Inge. Penanganannya dilakukan oleh seorang orthodontist.

Kedua adalah broxism. Mungkin Anda pernah dengar ada orang yang tertidur pulas, lalu dari mulutnya terdengar suara gemeretak karena gigi bagian atas dan bawahnya beradu. Untuk kondisi ini, drg. Inge mengatakan, tekanan yang ditimbulkan oleh keadaan ini sangat berat sehingga bisa menimbulkan trauma sendi rahang. Tapi, menurutnya, kasus broxism lebih tepat ditangani oleh psikiater, karena problemnya lebih menyentuh kejiwaan.

Mirip dengan broxism, penyebab ketiga adalah bad habit alias suka iseng menggosok-gosokkan bagian atas dan bawah gigi. Ketiga kasus tersebut selain membuat gigi aus (permukaan email hilang, gigi jadi ngilu, lebih sensitif), juga membuat rahang Anda menderita.

• Peradangan Katup Jantung (Endokarditis)

Ancaman dalam mulut yang paling serius sebenarnya adalah infeksi pada gusi. Kalau gusi tidak terawat, akan banyak bakteri bersarang. Gusi memiliki banyak pembuluh darah. Akibat terjadi peradangan gusi, maka pembuluh darah akan terbuka lebih lebar. Bakteri masuk ke pembuluh darah, lalu menyebar ke tubuh. Jika bakteri tersebut menempel pada katup jantung, dia akan menempel di dinding pembuluh darah seperti plak. Terjadi penyumbatan yang menyebabkan endokarditis. “Tidak banyak kasusnya, tapi lebih baik dicegah, terutama pada orang yang memiliki kelainan jantung,” kata drg. Inge.

• Risiko Bayi Lahir Prematur atau Kurang Berat pada Wanita Hamil

Menurut drg. Inge, beberapa penelitian menyebutkan, wanita hamil dengan kondisi kesehatan mulut yang buruk meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau kurang berat. Pada wanita hamil, terjadi perubahan hormon. Perubahan hormon juga menyebabkan gusi menjadi lebih sensitif. Ketika gusi kotor, bakteri bisa masuk ke pembuluh darah dan akhirnya memengaruhi kelahiran. Tidak selalu terjadi, tapi ada baiknya jika Anda hamil atau berencana hamil, lakukan perawatan gigi.

Rokok Menthol Tingkatkan Risiko Stroke 2 Kali Lipat

Rokok sudah diketahui dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Walau demikian, masih banyak orang yang mau ambil risiko untuk menghisapnya, Bahkan inovasinya mulai beragam, salah satunya adalah rokok menthol. Padahal rokok jenis ini jauh lebih berbahaya.

Laporan sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Archives of Internal Medicine menegaskan bahwa penghisap rokok menthol lebih berisiko 2 kali lipat terserang stroke ketimbang penghisap rokok jenis lain. Risiko ini akan naik 3 kali lipat lebih tinggi pada wanita dan orang non kulit hitam.

“Salah satu mekanisme penyebabnya adalah karena mentol merangsang reseptor dingin di saluran napas bagian atas yang dapat meningkatkan waktu menahan napas. Pada gilirannya, ini memfasilitasi masuknya materi partikulat rokok ke dalam paru-paru,” kata peneliti, Dr Nicholas Vozoris seperti dikutip dari USA Today.

Sayangnya, Vozoris dari Rumah Sakit St Michael di Toronto ini belum dapat menjelaskan mengapa menghisap rokok mentol hanya ditemukan dapat meningkatkan risiko stroke saja. Penelitian ini tidak menemukan bahwa merokok menthol dapat memicu penyakit berbahaya lain seperti hipertensi, serangan jantung atau penyakit paru-paru.

Walaupun penelitian ini hanya menyoroti bahaya rokok menthol, para ahli mengatakan bahwa bukan berarti rokok-rokok lain aman bagi kesehatan. Menghisap rokok jenis apapun tetap berakibat buruk bagi kesehatan dan akan meningkatkan risiko terserang berbagai jenis kanker, penyakit jantung dan penyakit paru-paru.

“Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa merokok rokok mentol dapat menempatkan risiko terserang stroke lebih tinggi daripada rokok reguler yang tidak mengandung menthol,” terang Vozoris.

Difteri ? Menyebabkan Kerusakan Jantung dan Saraf ?

Penyakit ini memang terdengar masih asing di telinga kita. Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih dalam tentang penyakit tersebut, berikut adalah kupasan lengkapnya.

Difteri adalah infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae, yang biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. Difteri umumnya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak, dan lemas. Dalam tahap lanjut, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf. Kondisi seperti itu pada akhirnya bisa berakibat sangat fatal dan berujung pada kematian.

Tanda dan gejala difteri meliputi, sakit tenggorokan dan suara serak, nyeri saat menelan, pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening membesar) di leher, dan terbentuknya sebuah membran tebal abu-abu menutupi tenggorokan dan amandel, sulit bernapas atau napas cepat, demam, dan menggigil.

Tanda dan gejala biasanya mulai muncul 2-5 hari setelah seseorang menjadi terinfeksi. Orang yang terinfeksi C. Diphtheria seringkali tidak merasakan sesuatu atau tidak ada tanda-tanda dan gejala sama sekali.

Orang yang terinfeksi namun tidak menyadarinya dikenal sebagai carier (pembawa) difteri. Sumber penularan penyakit difteri ini adalah manusia, baik sebagai penderita maupun sebagai carier.

Tipe kedua dari difteri dapat mempengaruhi kulit, menyebabkan nyeri kemerahan, dan bengkak yang khas terkait dengan infeksi bakteri kulit lainnya. Sementara itu pada kasus yang jarang, infeksi difteri juga mempengaruhi mata.

Bakteri C.diphtheriae dapat menyebar melalui tiga rute:

  • Bersin: Ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk, mereka akan melepaskan uap air yang terkontaminasi dan memungkinkan orang di sekitarnya terpapar bakteri tersebut.
  • >Kontaminasi barang pribadi: Penularan difteri bisa berasal dari barang-barang pribadi seperti gelas yang belum dicuci.
  • Barang rumah tangga: Dalam kasus yang jarang, difteri menyebar melalui barang-barang rumah tangga yang biasanya dipakai secara bersamaan, seperti handuk atau mainan.

Selain itu, Anda juga dapat terkontaminasi bakteri berbahaya tersebut apabila menyentuh luka orang yang sudah terinfeksi. Orang yang telah terinfeksi bakteri difteri dan belum diobati dapat menginfeksi orang nonimmunized selama enam minggu – bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala apapun.

Faktor risiko

Orang-orang yang berada pada risiko tertular difteri meliputi:

* Anak-anak dan orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi terbaru
* Orang yang hidup dalam kondisi tempat tingal penuh sesak atau tidak sehat
* Orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan
* Siapapun yang bepergian ke tempat atau daerah endemik difteri

Difteri jarang terjadi di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa, karena telah mewajibkan imunisasi pada anak-anak selama beberapa dekade. Namun, difteri masih sering ditemukan pada negara-negara berkembang di mana tingkat imunisasinya masih rendah seperti halnya yang saat ini terjadi di Jawa timur.

Jika tidak diobati, difteri dapat menyebabkan :

1. Gangguan pernapasan

C. Diphtheriae dapat menghasilkan racun yang menginfeksi jaringan di daerah hidung dan tenggorokan. Infeksi tersebut menghasilkan membaran putih keabu-abuan (psedomembrane) terdiri dari membran sel-sel mati, bakteri dan zat lainnya. Membran ini dapat menghambat pernapasan.

2. Kerusakan jantung

Toksin (racun) difteri dapat menyebar melalui aliran darah dan merusak jaringan lain dalam tubuh Anda, seperti otot jantung, sehingga menyebabkan komplikasi seperti radang pada otot jantung (miokarditis). Kerusakan jantung akibat miokarditis muncul sebagai kelainan ringan pada elektrokardiogram yang menyebabkan gagal jantung kongestif dan kematian mendadak.

3. Kerusakan saraf

Toksin juga dapat menyebabkan kerusakan saraf khususnya pada tenggorokan, di mana konduksi saraf yang buruk dapat menyebabkan kesulitan menelan. Bahkan saraf pada lengan dan kaki juga bisa meradang yang menyebabkan otot menjadi lemah. Jika racun ini merusak otot-otot kontrol yang digunakan untuk bernapas, maka otot-otot ini dapat menjadi lumpuh. Kalau sudah seperti itu, maka diperlukan alat bantu napas.