Semangka, Si Merah Pelawan Kanker Lambung

Siapa suka buah semangka? Tidak ada orang yang menjawab tidak. Apalagi kalau musim kemarau, dengan warna merah atau kuningnya, semangka adalah salah satu buah yang paling menggiurkan untuk disantap. Segar dan menggairahkan. Tapi ternyata tak cuma itu, semangka mengandung vitamin C dan provitamin A. Semangka juga dapat menjadi antialergi. Kemudian, semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti menurunkan kadar kolesterol atau mencegah dan menahan serangan jantung.

1780783_664229296949134_850792147_n

Warna merah yang ada dalam semangka, ternyata bukan sekedar pemanis semata. Itu menandakan tingginya kadar likopen, yaitu salah satu komponen karotenoid seperti halnya betakaroten.

Sehingga tidak mengherankan, banyak ahli yang menyarankan untuk makan semangka merah, daripada semangka kuning. Dibandingkan senyawa antioksidan lainnya, khususnya vitamin C dan vitamin E, kekuatan likopen semangka memerangi radikal jauh lebih ampuh. Setiap satu molekul likopen, mampu menghabisi beberapa molekul radikal bebas sekaligus.

Terlalu banyak mengkonsumsi daging-dagingan, manis-manisan, goreng-gorengan, kopi dan minuman ringan sering membuat darah terlalu banyak kandungan asamnya dan mengakibatkan bintik-bintik merah di kulit. Jus semangka akan merontokkan asam tersebut dan memperbaiki kandungan darah. Bagi penderita diabetes, mengkonsumsi secara teratur jus semangka dapat menjaga meningkatnya gula darah. Kelebihan kandungan asam urik dalam tubuh yang menyebabkan penyakit arthritis, encok dan keracunan urea dapat dihilangkan dengan meminum jus semangka secara teratur dua kali sehari.

Radikal bebas merupakan efek samping dari metabolisme tubuh. Sebagaimana diketahui, tubuh manusia tiap saat menghasilkan radikal bebas. Berbeda dari molekul lain yang stabil karena atom-atomnya saling berpasangan, radikal bebas selalu ‘gelisah’ gara-gara salah satu atomnya tidak memiliki pasangan. Atom sebatang kara itu adalah hidrogen, sehingga ia selalu kelayapan berburu mangsa berupa oksigen.

Dalam tubuh, radikal bebas ini lebih suka menyerobot ‘istri’ orang dengan mempereteli oksigen dalam sel, yang sesungguhnya sudah memiliki pasangan tetap, daripada mencari sendiri oksigen bebas. Akibatnya, kesegaran sel menyusut, layu, dan aus. Jika perusakan sel oleh radikal bebas berlangsung tak terkendali, baik karena pola makan yang kacau, polusi, atau pikiran negatif, kekebalan tubuh akan menurun.

Kerusakan sel akibat ulah radikal bebas ini dapat teramati secara fisik, seperti kulit kering, suram, kendur dan berkurang kekenyalannya. Jika rajin makan semangka, likopennya akan melumpuhkan radikal bebas tersebut, sebelum sempat beraksi. Bahkan, likopen dibantu zat antioksidan lain dalam semangka, yakni betakaroten, mampu menyegarkan kembali sel-sel layu yang sudah telanjur dirusak oleh radikal bebas.

Iklan

Hubungan Jahe dan Prostat

Selama ini peneliti telah mengetahui jahe bisa digunakan membunuh sel kanker ovarium. Namun baru-baru ini, penelitian di University of Michigan juga menemukan bahwa jahe ampuh untuk membunuh sel kanker prostat. Jahe bahkan tidak menimbulkan efek samping.

Selama ini, jahe digunakan mengobati peradangan dan rasa mual. Hasil penelitian yang dipresentasikan pada American Association for Cancer research menunjukkan bahwa bubuk jahe juga bisa digunakan untuk mengobati sel kanker. Sel kanker diketahui langsung ‘mati’ setelah terkena zat dalam bubuk jahe.

Zat dalam jahe membuat sel kanker melakukan ‘bunuh diri’ atau disebut juga apoptosis. Sel kanker bahkan saling menyerang satu sama lain ketika terkena zat dalam bubuk jahe.

Jahe tak hanya digunakan untuk membunuh sel kanker prostat atau digunakan sebagai penyembuh alami saat pasien kanker melakukan kemoterapi. Penelitian lain juga mengungkap bahwa jahe bisa digunakan untuk mengobati kanker ovarium.

Ajaibnya, jahe bisa membunuh sel kanker prostat tanpa melukai atau merusak sel prostat yang masih sehat. Jika digunakan seluruhnya, ekstrak jahe bisa mengecilkan ukuran tumor prostat hingga 56 persen. Jahe juga tidak menimbulkan efek keracunan jika digunakan dalam dosis tinggi atau menimbulkan efek tak nyaman seperti ketika pasien melakukan kemoterapi atau terapi radiasi.

Untuk menghindari kanker prostat dan ovarium, ada baiknya Anda mulai mengonsumsi jahe. Selain mencegah peradangan, jahe juga bisa mengecilkan tumor prostat serta membunuh sel-sel kanker ovarium dan prostat.

Turunkan Risiko Kanker Usus Dengan Makanan Berserat Tinggi

Makanan berserat tinggi disinyalir mampu mencegah seseorang terkena penyakit kanker usus. Dari hasil penelitian EPIC (European Prospective Investigation into Cancer & Nutrition) dan AICR(American Institute for Cancer Researche) bulan Mei 2003, kecukupan konsumsi serat pada pola makan setiap hari ternyata dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 40%, pada masyarakat Eropa dan 27% pada masyarakat Amerika. 

serat

Menurut laporan WHO , dalam laporan World Cancer Report, diperkirakan tahun 2020 penderita kanker di dunia akan meningkat 50% menjadi 15 juta orang. Kanker yang paling menonjol peningkatan penderitanya adalah kanker usus. Saat ini, 1 juta orang penderita kanker terdeteksi mengidap penyakit kanker usus ini, dan hampir 1/2 juta diantara pasien tersebut meninggal dunia.

Di Amerika serikat, kanker ini menduduki peringkat kedua yang mampu merenggut nyawa penduduk mereka, setelah kanker paru. Setiap tahunnya sekitar 130.000 orang dengan angka kematian 50.000 orang per tahun. Memang rata-rata penderita tersebut terlambat memeriksakan diri ke dokter, dan mereka baru memeriksakan diri saat kanker mereka sudah pada stadium akhir atau stadium 4, dimana kemungkinan hidup mereka sudah sangat kecil dan tidak bisa disembuhkan. 

Namun dibalik laporan dan fakta yang menakutkan tersebut, ada sedikit harapan bahwa penyakit tersebut bisa dicegah melalui perubahan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Perubahan pola makan sehat, melalui kecukupan serat dari sayur dan buah, serta perubahan gaya hidup yang sehat melalui aktifitas fisik, ternyata terbukti mampu menurunkan resiko kanker usus hingga 40%.

Untuk Indonesia sendiri, data resmi sulit di dapat. Walaupun demikian, dua rumah sakit rujukan, RSCM dan RS Kanker Dharmais, memberikan data bahwa setiap bulannya mereka mendapat pasien baru penderita penyakit ini. Untuk RSCM diperkirakan sekitar 50 orang pasien setiap bulannya terdapat penderita kanker usus baru, sementara untuk Rumah Sakit Kanker Dharmais ditemukan sekitar 6.5% pasien kolonoskopi sudah menderita kanker usus.

Sementara itu, Depkes RI juga sudah mulai menciptakan kesadaran ‘awareness’ terhadap akibat kurangnya asupan makanan berserat pada masyarakat kita. Menurut hasil penelitian Depkes RI, ditemukan pada tahun 2001, konsumsi serat masyarakat kita ternyata lebih rendah daripada konsumsi serat masyarakat Eropa dan bahkan Amerika Serikat.

Masyarakat Eropa dan Amerika mengkonsumsi serat sekitar 15 gram setiap harinya, sedangkan masyarakat kita hanya 10.5 gram setiap harinya. Angka ini sangat memprihatikankan karena menurut para ahli kesehatan seharusnya kita mengkonsumsi serat antara 25 – 35 gram setiap harinya. Banyak penelitian dunia yang melihat kaitan antara kurangnya asupan serat akan menyebabkan beberapa penyakit berikut ini: susah buang air besar, wasir, kanker usus, kegemukan, kolesterol dan diabetes mellitus.

Jika Anda ingin terhindar dari risiko terkena penyakit kanker usus ini, biasakan untuk:

1.Berolahraga dengan teratur
2.Biasakan Buang Air Besar setiap hari dan hindari mengejan
3.Makan sayur dan buah 4 porsi setiap hari
4.Bila kurang sayur dan buah, dapat digunakan suplemen serat dengan jumlah dan cara pemakaian yang benar.

Mudah-mudahan dengan cara yang sederhana ini, Anda dapat terhindar dari kanker usus.

Kerja Lembur Berpotensi Terkena Kanker Payudara

Perempuan yang sering bekerja lembur memiliki risiko terkena kanker payudara 30 persen lebih tinggi dibanding dengan perempuan yang jam kerjanya normal. Demikian menurut penelitian yang dilakukan ilmuwan Perancis.

Para ilmuwan menyebutkan, bekerja lembur termasuk dalam faktor risiko yang setara dengan faktor risiko kanker payudara lainnya, seperti mutasi genetik, terapi hormonal, dan kehamilan pertama di usia lanjut.

Masih dalam konteks yang sama, para perokok memiliki risiko terkena kanker paru delapan kali lebih tinggi seperti halnya perempuan yang sering bekerja larut malam.

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer itu dilakukan dengan mengobservasi para wanita yang bekerja shift malam, mereka yang lebih dari 4,5 tahun memiliki waktu kerja malam dan mereka yang tiga hari dalam seminggu harus kerja malam hari. Penelitian dilakukan terhadap 1.232 wanita yang didiagnosa kanker payudara antara tahun 2005 dan 2007.

“Kami temukan kaitan yang kuat antara kanker payudara dengan mereka yang bekerja di malam hari pada masa sebelum hamil, dibandingkan dengan mereka yang baru mulai kerja shift malam di usia lanjut,” tulis peneliti.

Kendati belum jelas benar mengapa hal tersebut terjadi, namun para ilmuwan menduga kerja di malam hari akan mengganggu gen jam biologis serta merusak sistem imun tubuh.

sumber : Kompas

Bra Bikin Kanker?Benarkah?

Benarkah pemakaian bra saat tidur bisa memicu munculnya kanker payudara?
“Nggak betul itu, tidak ada hubungan antara mengenakan bra saat tidur dengan munculnya kanker payudara,” kata dr. Febriansyah, SpOG., yang berpraktik di RSIA Kemang Medical Care, Kemang, Jakarta Selatan. Menurut dia, wanita boleh saja mengenakan bra saat tidur.

“Asalkan pilih bra yang tidak berkawat, karena model bra seperti ini membuat payudara tertekan. Akibatnya, aliran darah tidak lancar dan ini akan memengaruhi kesehatannya,” kata dr. Febriansyah.

Idealnya, lanjut Febriansyah, saat tidur memang sebaiknya tidak mengenakan pakaian dalam agar aliran darah bisa lebih lancar, tubuh menjadi lebih rileks, dan saat bangun tidur tubuh terasa lebih bugar.

“Kalau payudara tertekan, bra akan menghambat aliran darah sehingga menimbulkan beberapa masalah, misalnya merasa pegal dan sakit,” tambahnya.

Sama halnya dengan pria. Kata dia, informasi yang menyebut pria mengenakan celana dalam saat tidur bisa menyebabkan kemandulan itu tidak benar.“Yang pasti, pria sebaiknya tidak mengenakan celana dalam ketat saat tidur. Sama saja tujuannya supaya tidak ada tekanan pada alat kelamin dan aliran darah lancar,” katanya.

Pria boleh saja mengenakan celana saat tidur, tapi pilihlah model celana longgar misalnya celana boxer. Baik pria maupun wanita, tidur hendaknya mengenakan pakaian longgar atau tidak terlalu ketat.

“Wanita yang mengenakan celana dalam terlalu ketat, sirkulasi udara pada vaginanya bisa terganggu. Hal ini dapat menimbulkan masalah keputihan,” kata Febriansyah.

Selain harus longgar, lanjutnya, hendaknya pria maupun wanita mengenakan pakaian yang mampu menyerap keringat. Sebab, di saat tidur, tubuh kita berkeringat. “Jangan mengenakan pakaian berbahan polyester karena bahan ini tidak menyerap keringat.

sumber : yahoo.com

Menggunakan Sabun Daun Sirih Menyebabkan KANKER?

“Daun sirih adalah produk Herbal yang cocok dan aman untuk mencuci vagina.”
Begitulah beberapa kalimat iklan sabun vagina dari daun sirih yang beredar di pasaran.

Apa Benar?yuk, kita simak.

Dari berbagai penelitian, ternyata Daun sirih mengandung zat yang bernama SAFROLE. Zat ini terbukti merupakan zat penyebab kanker atau yang sering disebut Karsinogen.Kontak yang sering dan lama antara mukosa/lapisan dalam mulut, kerongkongan dan vagina dengan Safrole bisa membuat sel-sel mukosa mulut dan vagina mengalami radang dan mutasi genetik yang pada akhirnya akan mencetuskan kanker jenis Squamous Cell Carcinoma(SCC).

Kenapa banyak orang tua jaman dulu masih sehat, walau sering mengunyah daun sirih? Sama seperti kebiasaan merokok yang menyebabkan banyak sekali penyakit, namun masih saja bisa kita temukan orang lanjut usia yang ‘tampak sehat’ walau merokok sejak muda.

Sejatinya, Banyak diantara para perokok yang meninggal dalam usia yang relatif muda akibat penyakit-penyakit yang disebabkan rokok, tapi pasti ada sebagian orang yang ‘masih selamat’ dan ‘tampak sehat’.

Kerentanan untuk sakit dan terkena kanker, antara satu orang dengan yang lainnya sangat berbeda. Ada orang-orang yang mudah kena kanker, ada orang-orang yang sangat tahan terhadap kanker.

Fenomena mengunyah atau ‘nginang’ Daun Sirih juga menunjukkan hal yang sama.
Di India dimana kebiasaan mengunyah Daun Sirih adalah kebiasaan yang umum dilakukan oleh pria dan wanita, kejadian kanker mulut atau oral cancer dan kanker kerongkongan atau kanker Esofagus -saluran dari mulut ke lambung- sangat tinggi.