Makan Secukupnya Saja, Ya…

Makan dan minum adalah kebutuhan kita sehari-hari untuk menjaga kehidupan dan kesehatan. Tiap orang biasanya punya makanan atau minuman favoritnya. Kalau sudah ketemu dengan menu favorit ini, seseorang bisa menghabiskan porsi lebih banyak dari biasanya. Apalagi kalau memang sedang lapar.

Kesehatan kita tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita konsumsi melainkan juga oleh seberapa banyak yang kita konsumsi. Fakta inilah yang jarang diketahui oleh masyarakat. Seberapa banyak sebenarnya porsi yang sehat itu?

988716_594446157260782_1474117165_n

Lambung kita adalah organ yang dapat membantu kita menentukan porsi sehat tersebut. Ketika lambung mulai penuh terisi makanan, dia akan mengirim sinyal yang kita rasakan sebagai rasa kenyang. Tapi, ketika kita sedang menyantap makanan atau minuman favorit kita, kadang kita mengabaikan rasa kenyang yang mulai kita rasakan dan terus menyantap hidangan tersebut.

Inilah kunci pertamanya: berhentilah makan/minum ketika pertama kali merasa kenyang. Itulah sebenarnya porsi yang kita butuhkan. Dengan peka terhadap batasan yang disinyalkan tubuh ini, kita dapat terhindar dari obesitas, bahkan mengurangi resiko sakit maag. Bagaimana bisa?

Lambung kita selalu memproduksi asam lambung untuk mencerna makanan yang kita asup. Dalam kondisi normal, banyaknya asam lambung yang diproduksi sesuai dengan pola makan kita. Sebagai contoh, apabila kita biasa makan satu centong nasi, lambung akan menyediakan asam lambung sebanyak yang diperlukan untuk mencerna satu centong nasi.

Apabila kita makan terlalu banyak, kali berikutnya lambung kita juga akan memproduksi asam lambung lebih banyak untuk mengantisipasi porsi yang sama besarnya. Apabila kita tidak makan sebanyak sebelumnya, bisa jadi kita akan terserang sakit maag. Terus makan banyak malah dapat berakibat kegemukan. Jadi serba salah, kan.

Jadi, ini kunci kedunya: makan/minumlah dalam porsi yang stabil dari waktu ke waktu. Semoga dengan mengingat dan menerapkan kedua kunci ini, kita akan lebih sehat. Juga, terhindar dari obesitas dan sakit maag!

Iklan

Manfat Jalan Santai Setelah Makan

1175245_577106285661436_1579425772_n

Setelah makan biasanya seseorang akan merasa kekenyangan dan malas untuk bergerak. Tapi ternyata berjalan santai setelah makan bisa memberikan manfaat untuk pencernaan.

Berjalan santai yang dimaksud disini bukanlah langsung berjalan setelah selesai makan, melainkan memberi waktu bagi tubuh untuk beristirahat sebentar sekitar 10-15 menit. Setelah itu diharapkan seseorang bisa melakukan jalan santai.

Seperti dikutip dari Fitsugar.com, jalan santai yang dilakukan setelah makan tidak hanya membakar beberapa kalori, melainkan turut membantu proses pencernaan dalam hal ini membuat organ-organ tubuh bekerja lebih baik. Berjalan santai setelah makan juga meningkatkan perjalanan makanan dan membantu penderita sakit maag.

Berjalan santai atau perlahan-lahan akan merangsang gerakan peristaltik di usus sehingga menghindari penumpukan makanan, membuat peredaran darah menjadi meningkat dan enzim-enzim yang bekerja saat proses pencernaan jumlahnya cukup untuk mencerna makanan yang dikonsumsi.

Selain itu berjalan santai selama 10 menit bisa menjadi cara yang murah untuk menenangkan pikiran, menghilangkan stres, dapat mencegah seseorang untuk berpikir mengemil, meningkatkan tambahan energi dan juga membantu menurunkan tekanan darah.

Jalan santai ini bisa dilakukan di mana saja, jika berada di rumah cukup melakukan jalan bolak balik di dalam rumah, sedangkan jika berada di luar bisa berjalan santai sambil menikmati udara segar.

Menurut Mayo Clinic Sleep Disorders Center di Rochester jalan santai setelah makan malam bisa membantu seseorang tidur lebih cepat dan membantu mengurangi ketagihan mengemil makanan lemak tinggi dan manis saat larut malam.

Namun seseorang tidak dianjurkan untuk berjalan cepat atau berlari setelah makan besar, karena bisa membuat suplai darah yang seharusnya membantu proses pencernaan menjadi dialihkan untuk berjalan cepat. Serta membuat jantung bekerja dua kali lipat lebih besar.

Sementara itu bagi penderita diabetes dibutuhkan waktu yang lebih lama sebelum mulai berjalan santai, yaitu 1-2 jam setelah makan. Hal ini untuk menunggu saat insulin dan kadar gula darahnya menurun tetap. Karena jika langsung berjalan akan mengacaukan kerja dari insulin dalam mengatur kadar gula darahnya.

Tetap Sehat Saat Makan di Luar

Makan di luar rumah adalah salah satu cara terasyik menghabiskan waktu luang sembari mengisi perut yang keroncongan bersama keluarga, teman, atau kekasih. Sembari menyantap menu yang enak, kita pun bisa mengobrol. Tidak heran, banyak orang suka meluangkan waktunya untuk makan di luar. Mungkin Anda juga.

Waktu makan di luar apa yang biasanya menjadi fokus perhatian Anda? Mungkin Anda berfokus pada rasa masakan, suasana, dan teman makan Anda. Bagaimana dengan pengaruh masakan yang Anda santap terhadap kesehatan Anda, apakah Anda juga menaruh perhatian padanya?

485483_541825582522840_57217436_n

Tidak diragukan kita ingin selalu menjaga kesehatan. Namun, sebagaimana prajurit biasanya tidak siaga ketika sedang istirahat atau bersantai, begitu juga kita bisa jadi lupa untuk bersikap selektif terhadap makanan yang kita santap ketika makan di luar. Memang relatif tidak mudah untuk menemukan makanan sehat di luar. Apa saja yang perlu kita waspadai ketika makan di luar?

Secara umum ada dua hal yang paling perlu kita perhatikan ketika makan di luar. Pertama, kandungan lemak dan kalorinya. Kedua, besarnya porsi hidangan. Ya, dua hal ini yang paling sering membuat makan di luar jadi tidak sehat.

Soal kandungan lemak dan kalori mungkin tidak ada yang mengalahkan menu restoran siap saji. Menu siap saji, yang identik dengan makanan yang digoreng, keju, dan gula, memang populer namun tinggi kalori. Mengingat hal ini, bila restoran siap saji memang menjadi pilihan kita untuk makan di luar, pesanlah menu dalam porsi sedang atau kecil.

Tidak soal di mana kita makan, porsi hidangan perlu kita kendalikan. Ketika membeli makanan di suatu tempat, ingatlah besarnya porsi menu yang dihidangkan di situ. Jika porsinya terlampau banyak, bila memungkinkan pesanlah setengah porsi. Apabila tidak memungkinkan, berbagilah dengan teman makan Anda sehingga masing-masing menyantap porsi yang tidak terlalu banyak. Bila Anda makan sendiri, makanlah hanya sebagian dari porsi kemudian, bila memungkinkan, Anda bisa membawa pulang sisanya.

Kegiatan yang Dihindari Setelah Makan

Makan adalah kegiatan untuk memberikan gizi penting sebagai modal kekuatan melakukan aktivitas sehari-hari. Mungkin masih belum banyak orang yang tahu, disaat setelah makan ada larangan yang harus diperhatikan. Apa sajakah itu?

1. Merokok

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa merokok satu batang setelah menyantap makanan sama dengan mengisap 10 batang rokok. Dalam fase ini, kesempatan menderita kanker akan lebih besar.

2. Makan Buah-buahan

Mengonsumsi buah-buahan setelah makan akan menyebabkan perut penuh dengan udara alias kembung. Buah-buahan baik dikonsumsi setidaknya dua jam setelah makan atau satu jam sebelum makan.

3. Minum Teh

Mengapa demikian? Pasalnya, daun teh mengandung asam yang begitu tinggi. Zat ini akan membuat protein yang terkandung dalam makanan yang telah dilahap menjadi sulit untuk dicerna.

4. Mengendurkan Ikat Pinggang

Kebanyakan orang, terutama pria yang kelebihan berat badan akan mengendurkan ikat pinggang setelah menyantap makanan. Padahal, kegiatan ini dilarang karena dapat memmbuat kegiatan usus dan sistem pencernaan menjadi tak teratur.

5. Mandi

Mandi akan menyebabkan peningkatan aliran darah ke tangan, kaki, dan tubuh Anda. Sehingga, jumlah darah di sekitar perut akan berkurang. Hal ini akan melemahkan sistem pencernaan dalam perut kita.

6. Berjalan

Apakah Anda pernah mendengar setelah makan berjalan beberapa langkah dan Anda akan hidup sampai umur 99? Dalam kenyataannya, hal ini tidak benar. Berjalan akan menyebabkan sistem pencernaan tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan yang kita konsumsi.

7. Jangan langsung tidur

Sudah jelas, bila aktivitas ini dilakukan maka makanan yang kita makan tidak dapat dicerna secara baik. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada lambung dan usus Anda.(HealthTime/MEL)

liputan6.com

Minum Teh Berbahaya?

Teh manis adalah minuman dari larutan teh yang diberi pemanis, biasanya gula tebu, sebelum minuman ini siap disajikan. Di Indonesia, Teh manis adalah minuman yang paling banyak dijadikan teman saat makan. Padahal, ada kandungan teh yang membuat Teh itu bahaya dan tidak boleh diminum saat makan.

Penasaran?Kenapa?

Teh yang berasal dari daun teh mengandung berbagai zat seperti tannin dan Catechin yang bisa mengikat zat besi atau Fe di makanan.

Bila seseorang mengkonsumsi Teh bersama makanan besar (makan nasi dengan lauk), Zat besi yang ada di lauk akan terikat oleh tannin dan catechin sehingga tidak dapat terserap usus.

Fe atau zat besi di makanan berguna untuk membentuk sel darah merah atau eritrosit. Jadi, bila seseorang kekurangan Zat besi, akan timbul penyakit kekurangan sel darah merah atau eritrosit yang sering disebut anemia Defisiensi Besi.

Anemia Defisiensi Besi yang parah dalam waktu lama bisa mengakibatkan berbagai komplikasi anemia diantaranya gagal jantung, gangguan pertumbuhan dan komplikasi saat persalinan.

Jadi, disarankan minumlah teh pada saat tidak makan besar.