Jenis Minuman Yang Terburuk Untuk Tetap Terhidrasi

Penting bagi Anda untuk minum lebih banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi dan metabolisme tubuh dapat berjalan dengan lancar. Ada beberapa jenis minuman yang perlu Anda hindari untuk meredakan rasa haus akibat dehidrasi.

Seseorang membutuhkan cairan untuk dapat menjalankan fungsi tubuhnya dengan baik. Air adalah unsur kunci dalam darah, getah bening dan keringat, yang juga berfungsi membantu pencernaan, bantal sendi dan jaringan, dan membantu mengatur suhu tubuh.

Bahkan, lebih dari setengah dari berat tubuh manusia hanyalah air. Air juga membantu Anda agar tetap merasa berenergi, sehingga Anda akan merasa lelah atau sakit kepala ketika kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi. Anda juga dapat mengalami sembelit atau bahkan infeksi saluran kemih.

Para ahli juga telah menyatakan bahwa setiap orang perlu minum 8 gelas air sehari. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda, tergantung pada usia dan ukuran, tingkat aktivitas dan bahkan cuaca. Yang juga penting adalah seberapa banyak air yang Anda peroleh melalui makanan. Buah-buahan, sayuran, dan sup dapat berkontribusi terhadap tingkat cairan tubuh.

Jangan sembarangan dalam memilih minuman untuk mengatasi dehidrasi. Beberapa minuman mungkin dapat mengatasi rasa haus dengan cepat tetapi juga lebih banyak memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Berikut adalah pilihan jenis minuman yang terburuk untuk tetap terhidrasi:

1. Minuman manis

Anda mungkin tidak lagi merasa haus setelah minum minuman manis, seperti sari buah, soda, atau sirup. Tetapi minuman tersebut sarat dengan kalori karena sekitar 355 mililiter cairan manis biasanya mengandung 10 sampai 13 sendok teh gula.

Daripada mengambil minuman manis untuk mengatasi rasa haus, cobalah memberikan tambahan rasa yang alami pada air putih. Misalnya menambahkan perasan air sari lemon atau jeruk nipis ke dalam air putih yang membuat rasanya lebih menarik.

2. Jus buah dan sayuran

Jus buah dan sayuran memang dapat menyegarkan kembali tenggorokan yang kering karena dehidrasi, ditambah dengan manfaat vitamin dan mineral. Tetapi jus juga mungkin menyumbangkan kalori yang berlebihan karena seringkali ditambahkan gula.

Selain itu, jus juga dapat meninggalkan efek buruk bagi kesehatan mulut. Cobalah untuk tidak minum lebih dari secangkir jus buah atau sayuran dalam sehari. Akan lebih baik jika Anda makan buah-buahan tersebut secara utuh, misalnya tomat, semangka dan jeruk yang kaya akan kandungan air dan serat yang penting.

3. Minuman energi

Minuman energi mengandung gula dalam jumlah besar dan tinggi kandungan kafeinnya, yang mungkin menimbulkan risiko kesehatan, terutama untuk anak-anak, remaja dan wanita hamil atau menyusui. Daripada mengusir haus dengan minuman energi, Anda dapat memilih susu sebagai gantinya.

Susu adalah minuman yang menawarkan energi dan 80 persennya berupa cairan yang dilengkapi dengan protein, karbohidrat, sedikit lemak dan masih banyak nutrisi lainnya.

4. Alkohol

Alkohol memang dapat mengobati rasa haus, tetapi bukannya mengusir dehidrasi, alkohol dapat menyebabkan rasa haus setelahnya.

Minuman Setelah Berolahraga

Minuman jenis apa yang baik dikonsumsi setelah berolahraga?

Menurut Emilia Achmadi M.Sc. (Nutritionist), untuk tiap orang, baik aktif maupun tidak, air putih adalah minuman terbaik untuk mengembalikan air tubuh yang hilang akibat aktivitas sehari-hari, termasuk setelah berolahraga. Sebab, air putih sangat mudah diserap dan memungkinkan proses rehidrasi dengan cepat.

Jus buah atau susu segar bisa menjadi pilihan, namun hanya sebagai minuman tambahan. Sebab jus buah dan susu segar tidak dapat menggantikan manfaat air putih. Hindari mengonsumsi minuman energi yang mengandung gula serta kafein setelah berolahraga karena dapat berakibat negatif bagi tubuh. Jika Anda termasuk orang yang sangat aktif atau rutin melakukan olahraga di atas rata-rata tiap hari, minuman isotonik cocok bagi Anda.

6 Minuman Untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Faktor genetik dapat mempengaruhi risiko seseorang untuk mengidap penyakit jantung. Tetapi kabar baiknya, penyakit ini sebagian besar dapat dicegah. Kita mungkin pernah mendengar nasihat bijak yang mengatakan, untuk menjaga jantung tetap sehat, maka harus mengonsumsi makanan begizi dan teratur berolahraga.

Namun bukan cuma perubahan gaya hidup yang dapat lakukan untuk menekan risiko sakit jantung. Apa yang Anda minum juga bisa membuat perbedaan. Berikut ini adalah beberapa jenis minuman yang disarankan yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung :

1. Kopi

Mungkin hal ini sepintas terdengar aneh. Tapi tahukah Anda bahwa kopi memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi ketimbang kakao atau teh? Mengonsumsi kopi dalam jumlah yang tepat dapat menghambat peradangan dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Sebuah studi jangka panjang dan berskala besar, di mana melibatkan lebih dari 83.000 perempuan menunjukkan bahwa minum 2 cangkir kopi setiap hari dapat memangkas risiko terkena stroke 20 persen lebih rendah ketimbang mereka yang sedikit minum kopi atau tidak sama sekali.

Saran : Meminum antara 2 hingga 4 cangkir kopi per hari termasuk kategori moderat. Tetapi jika Anda mengalami insomnia, gelisah dan kelelahan, cukup minum satu gelas saja.


2. Jus delima

Belakangan ini reputasi jus buah delima semakin melonjak dan memikat para peneliti gizi. Betapa tidak, para pakar dari University of California menemukan bahwa, kapasitas antioksidan jus delima tiga kali lipat lebih tinggi ketimbang anggur merah dan teh hijau. Bahkan penelitian awal menunjukkan, konsumsi rutin jus buah delima dapat menurunkan kolesterol, mengurangi plak arteri (faktor risiko untuk penyakit jantung), dan meningkatkan aliran darah ke jantung.

Saran: Jika memungkinkan, hindari tambahan pemanis saat membuat jus delima.

3. Anggur merah (red wine)

Anggur merah mengandung banyak senyawa yang dapat melindungi kesehatan jantung, termasuk di antaranya resveratrol. Resveratrol memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi pembuluh darah di jantung serta membantu mencegah pembentukan penggumpalan darah. Beberapa bukti juga menunjukkan, konsumsi anggur merah dalam jumlah yang moderat dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik).

Saran: Untuk perempuan, dianjurkan tidak lebih dari 1,5 gelas perhari. Sedangkan untuk pria, tidak lebih dari 2 gelas.

4. Teh hitam

Teh hitam dihasilkan melalui proses fermentasi setelah daun dipanen lalu dikeringkan. Pengolahan ini mengubah komposisi kimia dari daun, sehingga menghasilkan beberapa antioksidan kuat yang membantu mendukung kesehatan jantung. Teh hitam telah terbukti mengurangi risiko stroke, mengurangi LDL (kolesterol jahat), memperbaiki fungsi pembuluh darah, dan meningkatkan aliran darah dalam arteri koroner.

Saran : Semakin lama Anda mencelupkan teh, maka semakin besar manfaat fitokimia yang diperoleh. Oleh karena itu, menyajikan teh dengan air panas akan jauh lebih baik sekaligus menjaga kandungan antioksidan tetap terjaga. Minum beberapa cangkir teh hitam setiap hari dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

5. Teh hijau

Seperti teh hitam, teh hijau mengandung banyak antioksidan yang baik untuk jantung. Perbedaan utamanya adalah bahwa teh hijau tidak difermentasi. Sebuah studi tahun 2004 menunjukkan bahwa minum teh hijau dalam jumlah yang banyak dapat mencegah resiko penyakit arteri koroner. Ada banyak penelitian yang menghubungkan konsumsi teh hijau dengan kolesterol rendah, pencegahan pembekuan darah dan stroke.

Saran: Minum 1-3 cangkir teh hijau sehari.

6. Air

Dehidrasi dapat berkontribusi pada beberapa faktor risiko untuk penyakit jantung koroner, termasuk darah kental. Ketika Anda sedang mengalami dehidrasi, darah akan menjadi lebih kental. Kondisi ini membuat hati Anda mengeluarkan lebih banyak energi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bahkan, dehidrasi kronis dapat menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Saran: Banyak ahli merekomendasikan setidaknya dalam sehari seseorang harus minum 8-10 gelas air (untuk dewasa). Tetapi rekomendasi jumlah yang harus diminum tidak bisa berlaku pada setiap orang dan setiap kondisi. Yang pasti, jangan biarkan tubuh Anda sampai mengalami dehidrasi. Anda juga dapat menambahkan jus atau air perasan lemon ke dalam air hangat untuk menambahkan cita rasa sekaligus memeroleh manfaat peluruhan dan antioksidan.

Konsumsi Minuman Energi Memiliki 4 Risiko Kesehatan

Seseorang dapat mendapatkan suntikan energi instan setelah minum minuman energi karena kadar tinggi kafein yang terkandung di dalamnya. Tetapi muncul kekhawatiran apakah konsumsi minuman energi berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang.

Minuman energi mengandung sekitar 215 miligram kafein atau setara dengan kafein dalam 2 cangkir kopi. Konsumsi kafein dalam jumlah yang tinggi telah dikaitkan terhadap beberapa penyakit.

Berikut 4 masalah kesehatan yang terkait konsumsi minuman energi,

1. Masalah jantung

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Food and Drug Administration (FDA) telah menerima 30 keluhan serangan jantung yang terjadi akibat konsumsi minuman energi. Sebelumnya pada tahun 2007, seorang pria Australia juga dilaporkan mengalami serangan jantung setelah mengonsumsi 8 kaleng minuman energi selama lebih dari 7 jam.

Pasien yang mengalami masalah jantung tersebut sama sekali tidak memiliki riwayat nyeri dada. Hal ini mungkin disebabkan karena tingkat kafein yang terlalu tinggi dalam minuman energi dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

Kafein juga dapat menyebabkan sel-sel hati untuk melepaskan kalsium, mempengaruhi detak jantung, dan menyebabkan tidak normalnya denyut jantung (aritmia). Minuman ini juga dapat mengganggu keseimbangan kadar garam dalam tubuh, yang juga berkaitan dengan aritmia.

Namun, belum ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa minuman energi menimbulkan masalah jantung. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan seberapa banyak jumlah konsumsi minuman energi yang dapat mengganggu jantung.

2. Risiko keguguran

FDA juga telah menerima satu laporan yang menghubungkan konsumsi minuman energi dengan keguguran kehamilan. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2006 terhadap lebih dari 1.000 wanita hamil menemukan bahwa wanita hamil yang mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein per hari, dua kali lebih mungkin mengalami keguguran dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak minum kafein.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008 tidak menemukan hubungan antara konsumsi kafein, terlepas dari jumlahnya dengan risiko keguguran pada usia kehamilan 20 minggu. Karena studi ini masih belum menemukan titik temu, American College of Obstetricians and Gynecologists menyarankan bahwa wanita hamil harus membatasi konsumsi kafein sampai 200 mg per hari.

3. Peningkatan risiko kecanduan alkohol

Studi menunjukkan bahwa menggabungkan antara alkohol dan minuman energi dapat membahayakan kesehatan. Meskipun kafein adalah stimulan, penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat melawan efek penenang dari alkohol.

Pencampuran alkohol dan minuman energi dapat membuat orang terjaga untuk jangka waktu yang lama dan memungkinkan untuk mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Studi ini diterbitkan dalam Journal of American Medical Association tahun lalu.

4. Gangguan kecerdasan otak

Para pelajar biasanya minum minuman energi untuk mendongkrak semangat dan agar tetap terjaga untuk belajar. Tetapi sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010 menemukan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah besar menimbulkan efek sebaliknya yaitu mengurangi kecerdasan otak.

Minuman Bersoda Berpotensi Memicu Tekanan Darah Tinggi

Minuman yang tinggi gula ini mudah membuat orang kecanduan. Selain kurang bernutrisi, juga bisa memicu bobot tubuh naik. Penelitian terakhir menunjukkan minuman bersoda meningkatkan risiko penyakit stroke dan jantung.

Sebuah penelitian yang telah tercatat dalam Journal of General Internal Medicine menunjukkan bahwa, minum minuman bersoda setiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit stroke dan jantung lebih tinggi.

Penelitian ini dilakukan oleh University of Miami Miller School of Medicine dan Colombia University Medical Center, melalui kebiasaan minum soda. Mereka menggunakan 2.564 orang responden yang merupakan pelajar Northern Manhattan Study.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, orang yang minum soda setiap hari beresiko 43 persen lebih tinggi pembuluh darahnya tidak bekerja dengan baik. Dibandingkan dengan orang yang tidak minum soda. Jika pembuluh darah tidak bekerja dengan baik maka akan mengakibatkan tekanan darah tinggi .

Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama gagal jantung kronis. Namun, mereka juga menemukan hasil lain, bahwa orang yang cenderung minum soda satu bulan sekali hingga enam minggu sekali, tidak akan memiliki peningkatan resiko terkena penyakit jantung.

Gardener Hannah, salah satu peneliti mengatakan, ‘Hasil ini menunjukkan hubungan potensial antara konsumsi minuman bersoda dengan kejadian penyakit jantung. Namun, mekanisme ini masih tidak jelas.’ Sebelumnya Garneder juga sudah mempresentasikan hasil risetnya saat acara International Stroke Conference.

Seperti yang dikutip oleh Health.com, bahwa orang yang sedang berdiet sebaiknya minum minuman yang bervariasi dalam sehari dan jangan hanya minum satu jenis minuman saja. Tahun lalu penelitian yang diumumkan saat acara American Assotiation Diabetes menunjukkan bahwa minum soda bisa melebarkan ukuran pinggang.

Data penelitian yang prospektif ini menunjukkan bahwa promosi minuman besoda dan pemanis buatan sebagai minuman yang sehat, merupakan sebuah kekeliruan,’ ujar Helen P. Hazuda, Ph.D, seorang profesor dan kepala epidemiologi klinis di University of Texas Health Science Center San Antonio’s School of Medicine.

Berlebihan Minum Kopi?Mata Korbannya

Dalam kondisi mengantuk, kopi sangat berguna untuk menjaga agar mata tetap terbuka.
Kafein sebagai kandungan utama kopi bersifat stimulan yang mencandu. Kafein mempengaruhi sistem kardiovaskuler seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Dampak negatif itu muncul bila kamu mengkonsumsinya secara berlebihan.

Bagi kebanyakan orang, minum dua sampai tiga cangkir kopi tidak memberikan dampak negatif. Meminum kopi dengan frekuensi lebih dari itu bisa menimbulkan jantung berdebar-debar, sulit tidur, kepala pusing dan gangguan lainnya.

Minum kopi boleh saja,namun jangan terlalu banyak, sebab kandungan kafein di dalam kopi bisa memicu kerusakan mata yang kalau dibiarkan bisa menyebabkan kebutaan permanen.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Investigative Ophthalmology & Visual Science menunjukkan adanya hubungan antara kelebihan kafein dengan kerusakan mata. Penelitian ini diklaim sebagai yang pertama kali dilakukan untuk mengamati hal itu.

Kerusakan yang terjadi akibat terlalu banyak minum kopi berkafein tersebut adalah exfoliation glaucoma, yakni salah satu gangguan yang tercatat sebagai penyebab terbanyak dari kasus glaukoma sekunder di seluruh dunia yang ditandai dengan peningkatan tekanan bola mata.Adanya peningkatan tekanan bola mata bisa menyebabkan kebutaan kalau dibiarkan terus menerus tanpa mendapatkan penanganan. Tekanan tersebut bisa meningkat cukup tinggi, hingga cukup untuk merusak saraf optik yang ada di mata dan sekitarnya.

Penelitian yang melibatkan 12 ribu partisipan ini dilakukan pada populasi Skandinavia. Diyakini, populasi ini mewakili populasi dengan konsumsi kopi berkafein paling besar di dunia dan sekaligus punya jumlah kasus exfoliation glaucoma yang paling besar.

Hasil pengamatan menunjukkan, makin banyak mengonsumsi kopi berkafein maka peningkatan risiko exfoliation glaucoma juga meningkat. Namun efek serupa tidak teramati pada jenis minum lain yang juga mengandung kafein, seperti soda dan teh sehingga diyakini sebagai akibat dari kebanyakan minum kopi.

Selain belum ada kesimpulan pasti, yang juga tidak merinci seberapa banyak konsumsi kopi yang dikatakan terlalu banyak sehingga bisa meningkatkan risiko exfoliation glaucoma. Namun berbagai penelitian menunjukkan, konsumsi kopi lebih dari 5 cangkir/hari lebih banyak memberikan efek negatif daripada positifnya.

Oleh karena itu, bagi kamu yang mengkonsumsi kopi agar tidak mengantuk,cmisalnya karena kekurangan tidur, disarankan agar konsumsinya disebar sepanjang hari dan jangan berlebihan.

http://health.detik.com/read/2012/10/04/145809/2054625/763/berlebihan-minum-kopi-bisa-merusak-mata