4 Manfaat Nanas Buah Untuk Kesehatan

Khasiat Buah Nanas

Apa saja manfaat nanas untuk kesehatan? manfaat nanas untuk kesehatan sangat banyak. Nanas buah yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Bila anda ingin tahu manfaat nanas, anda tidak usah khawatir. Kami akan ulas menfaat nanas untuk kesehatan.

Berikut ini beberapa manfaat buah nanas yang perlu anda ketahui.

1. Mengatasi peradangan kulit

Anda bisa memanfaatkan buah nanas untuk mengatasi peradangan kulit dengan cara memarut nanas yang sudah matang kemudian membalurkan pada bagian kulit yang mengelupas atau bersisik. Anda bisa melakukan cara ini pada malam hari saat akan tidur, diamkan parutan nanas tersebut pada kulit anda selama semalaman lalu pada pagi harinya bersihkan dengan air.

2. Melunakan makanan di dalam lambung

Nanas dapat melunakkan makanan dalam lambung karena dalam buah ini mengandung enzim bromelain. Selain itu kandungan tersebut juga bermanfaat sebagai antiradang dan juga untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

3. Untuk mengatasi masalah ketombe

Siapa sangka buah ini juga dapat mengatasi masalah ketombe di kepala. Caranya yakni dengan memarut 1/4 buah nanas yang sudah matang kemudian diperas dan disaring. Tambahkan air perasan jeruk nipis kedalam air nanas tersebut lalu aduk hingga rata. Nah tinggal membalurkan campuran tersebut pada kulit kepala anda. Lakukan cara ini pada malam hari saat anda akan tidur, diamkan semalaman dan pada pagi harinya tinggal anda bersihkan.

4. Untuk meningkatkan gula darah

Bagi anda yang menderita kadar gula rendah anda bisa mengkonsumsi buah nanas karena buah ini mengandung kadar gula yang cukup tinggi.

Semangka, Si Merah Pelawan Kanker Lambung

Siapa suka buah semangka? Tidak ada orang yang menjawab tidak. Apalagi kalau musim kemarau, dengan warna merah atau kuningnya, semangka adalah salah satu buah yang paling menggiurkan untuk disantap. Segar dan menggairahkan. Tapi ternyata tak cuma itu, semangka mengandung vitamin C dan provitamin A. Semangka juga dapat menjadi antialergi. Kemudian, semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti menurunkan kadar kolesterol atau mencegah dan menahan serangan jantung.

1780783_664229296949134_850792147_n

Warna merah yang ada dalam semangka, ternyata bukan sekedar pemanis semata. Itu menandakan tingginya kadar likopen, yaitu salah satu komponen karotenoid seperti halnya betakaroten.

Sehingga tidak mengherankan, banyak ahli yang menyarankan untuk makan semangka merah, daripada semangka kuning. Dibandingkan senyawa antioksidan lainnya, khususnya vitamin C dan vitamin E, kekuatan likopen semangka memerangi radikal jauh lebih ampuh. Setiap satu molekul likopen, mampu menghabisi beberapa molekul radikal bebas sekaligus.

Terlalu banyak mengkonsumsi daging-dagingan, manis-manisan, goreng-gorengan, kopi dan minuman ringan sering membuat darah terlalu banyak kandungan asamnya dan mengakibatkan bintik-bintik merah di kulit. Jus semangka akan merontokkan asam tersebut dan memperbaiki kandungan darah. Bagi penderita diabetes, mengkonsumsi secara teratur jus semangka dapat menjaga meningkatnya gula darah. Kelebihan kandungan asam urik dalam tubuh yang menyebabkan penyakit arthritis, encok dan keracunan urea dapat dihilangkan dengan meminum jus semangka secara teratur dua kali sehari.

Radikal bebas merupakan efek samping dari metabolisme tubuh. Sebagaimana diketahui, tubuh manusia tiap saat menghasilkan radikal bebas. Berbeda dari molekul lain yang stabil karena atom-atomnya saling berpasangan, radikal bebas selalu ‘gelisah’ gara-gara salah satu atomnya tidak memiliki pasangan. Atom sebatang kara itu adalah hidrogen, sehingga ia selalu kelayapan berburu mangsa berupa oksigen.

Dalam tubuh, radikal bebas ini lebih suka menyerobot ‘istri’ orang dengan mempereteli oksigen dalam sel, yang sesungguhnya sudah memiliki pasangan tetap, daripada mencari sendiri oksigen bebas. Akibatnya, kesegaran sel menyusut, layu, dan aus. Jika perusakan sel oleh radikal bebas berlangsung tak terkendali, baik karena pola makan yang kacau, polusi, atau pikiran negatif, kekebalan tubuh akan menurun.

Kerusakan sel akibat ulah radikal bebas ini dapat teramati secara fisik, seperti kulit kering, suram, kendur dan berkurang kekenyalannya. Jika rajin makan semangka, likopennya akan melumpuhkan radikal bebas tersebut, sebelum sempat beraksi. Bahkan, likopen dibantu zat antioksidan lain dalam semangka, yakni betakaroten, mampu menyegarkan kembali sel-sel layu yang sudah telanjur dirusak oleh radikal bebas.

Ternyata Mangga Bisa Bikin Cantik

Siapa tak kenal buah mangga, buah yang sarat dengan vitamin, mineral dan antioksidan ini bisa dimanfaatkan dalam keadaan mentah maupun matang. Rasanya yang asam lebih segar jika dinikmati dengan sambal untuk rujak, begitu juga yang manis bisa dimakan maupun di jus.
Tak hanya menyehatkan tubuh, buah yang satu ini pun bermanfaat bagi kesehatan kulit. Hmmm…. bisa bermafaat untuk apa ya?

Menurut Dr Apratin Geol, seorang dermatologi asal India, mangga merupakan sumber yang kaya akan beta karoten, vitamin A dan antioksidan. Terlepas dari efek peremajaan, vitamin A dalam buah mangga ampuh untuk mengusir jerawat.

Beta karoten yang terkandung merupakan nutrisi yang dapat membantu kulit terlihat lebih cerah. Kandungan tersebut sering dikonversi oleh tubuh menjadi vitamin A dan akan diserap menjadi obat tropical alami untuk mengatasi jerawat.

Seratnya tinggi namun rendah kalori dan sodium memiliki beberapa kandungan penting seperti vitamin B dan C, kalium, besi, senyawa fenol dan beberapa enzim yang bermanfaat untuk obat pencegah kanker.

Serupa dengan pernyataan Dr Satish Bhatia, Fenol dalam mangga dan enzimnya tidak hanya baik untuk kulit, tapi rambut pun dapat menyerap keuntungannya. Selain itu mangga juga baik digunakan untuk mengontrol diabetes dan meningkatkan kekebalan tubuh secara keseluruhan. Vitamin B3 dan B-kompleks memperkuat rambut serta enzim magniferinnya dapat mempercantik kulit dan melawan kanker.

Mangga juga mengandung serat tinggi tetapi rendah kalori dan sodium. Mereka juga kaya vitamin A dan memiliki sejumlah vitamin B dan C serta kalium, kalsium dan besi. Senyawa fenol dan beberapa enzim pada mangga juga bermanfaat sebagai obat penyembuhan yang bersifat anti-kanker.

Manfaat bagi kesehatan tubuh dan wajah

Para ahli menyatakan, di dalam mangga tidak terkandung banyak lemak sehingga baik dikonsumsi karena bermanfaat mengurangi kolesterol. Buah alami ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber gula. Ahli Gizi Klinis Dr Nupur Krishnan mengatakan kandungan serat dalam mangga sangat tinggi, termasuk vitamin A yang bermanfaat bagi kulit, mencegah kusam, mengecilkan pori-pori, mengatasi jerawat, dan bisa digunakan untuk menghaluskan siku, lengan dan lutut.

mangga-arumanis

Mengkonsumsi mangga secara teratur dapat membuat wanrna kulit terlihat lebih merata, lembut dan bersinar. Ditambahkan Dr Geol, mangga juga efektif mengurangi pori-pori tersumbat. Buah ini juga mengandung tryptophan yang mampu membentuk serotonin penghasil hormon.

Dr Geol menyarankan wanita hamil dan penderita anemia untuk mengkonsumsi buah musiman ini, pasalnya di dalam daging dan kulitnya, mangga kaya akan AHA (asam alfa hidroksil) yang bisa dimanfaatkan untuk mengelupas kulit dan meremajakannya. Selain itu dapat merangsang pergantian sel lebih cepat.

Untuk meremajakan kulit, mangga bisa dimanfaatkan untuk menghaluskan kulit wajah, caranya gosokan kulit mangga bagian dalam pada wajah yang telah dibersihkan, lalu diamkan beberapa saat. Buah ini akan berkerja untuk membuat kulit terlihat halus dan awet muda. Vitamin C, dalam buah ini juga membantu pembentukan kolagen, yang membuat kulit lebih sehat. Untuk itu, jangan pernah lupakan buah ini dalam menu diet Anda sehari-hari.

Buah yang Aman Dimakan Tiap Hari

Jika setiap hari Anda harus makan 10 porsi buah, berbeda jenis dan warna, lantas bagaimana memilihnya? Apalagi jika Anda menderita penyakit tertentu seperti diabetes atau masalah lambung (sakit maag). Tak semua buah aman dikonsumsi setiap hari bukan?

Karena kita tinggal di negara penghasil beragam varietas buah, sebenarnya tak akan sulit memilihnya. Soal harga, pasti tak semahal bluberi, misalnya. Pilihan buah yang aman dikonsumsi setiap orang, apapun penyakitnya, juga tak sulit menemukannya. Harganya pun murah.

Ahli gizi klinis, dr Samuel Oetoro, SpGK, menyebutkan bahwa 10 porsi buah yang aman dikonsumsi setiap hari adalah apel, pir, jeruk, jambu, anggur, semangka, melon, pepaya, markisa, dan tomat.

941809_546479802057418_1706733756_n

“Wortel, pisang raja juga aman dikonsumsi. Belimbing sesekali boleh, tetapi kurangi untuk penderita penyakit ginjal,” papar dr Samuel kepada Kompas Female, usai peringatan Hari Buah Sedunia di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (1/7/2010) lalu.

Dr Samuel menjelaskan, beberapa buah memang tak baik dikonsumsi penderita penyakit tertentu. Nangka, durian, pisang, dan nanas yang mengandung glukosa tinggi, perlu dihindari para penderita diabetes. Penderita sakit maag sebaiknya tidak mengonsumsi pisang ambon, namun aman untuk jenis pisang lainnya, seperti pisang raja. Bahkan ada buah yang tidak sehat, kata dr Samuel, menyebut durian matang yang mengandung kadar alkohol tinggi.

Lalu bagaimana takarannya? Dr Samuel menjelaskan, buah seperti apel atau markisa satu porsi berarti dimakan utuh. Sedangkan satu porsi anggur takarannya lima butir buah anggur. Sedangkan pepaya dan semangka, satu porsinya sama dengan satu potongan irisan bukan satu buahnya.

Tak sulit bukan menjadikan buah sebagai bagian pola makan setiap harinya?

Manfaat Buah Ketapang

13931_1279298576572_798158_nManfaat Ketapang Secara Umum

Secara keseluruhan, hampir seluruh bagian dari pohon Ketapang dapat diambil manfaatnya. Daun-daunnya banyak digunakan untuk bahan dasar pembuatan tinta, bahan pewarna hitam, dan untuk menyamak kulit. Daun Ketapang mengandung 12 jenis tanin yang bisa dihidrolisis.

Kulit jaringan kayunya (pepagan) dapat dijadikan zat pewarna. Warna yang dihasilkan pepagan Ketapang adalah warna kuning kecokelatan hingga warna zaitun. Kulit jaringan kayu atau pepagan ini mengandung tanin sebesar 11% – 23%.Kayu pohon Ketapang berwarna merah bata pucat sampai kecokelatan. Berat jenis kayu yang disebut red-brown terminalia ini berkisar antara 0,465 hingga 0,675. Kayu pohon Ketapang tidak terlalu awet tetapi cukup ulet dan keras, karenanya kayu Ketapang banyak digunakan untuk menutup lantai (venir) dan membuat perahu.

Biji buah Ketapang bisa dimakan. Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa biji Ketapang lebih enak daripada biji kenari. Oleh karena itu, banyak pembuat kue menggunakan biji Ketapang sebagai pengganti biji kacang kenari dan almond. Jika dijemur, inti biji Ketapang akan menghasilkan minyak kekuningan.

Minyak ini kaya akan berbagai asam lemak, seperti asam oleat (sebanyak 23,3%), asam palmitat (55,5%), asam linoleat, asam miristat, dan asam stearat. Selain asam lemak, biji Ketapang kering juga mengandung 16% gula, 25% protein, dan berbagai jenis asam amino.

Buah Biji Ketapang dan Kolesterol

Berdasarkan penelitian yang dilakukan para peneliti di Universitas Toronto, Kanada, buah biji Ketapang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Fakta ini didapatkan sebagai hasil dari penelitian yang melibatkan tiga kelompok partisipan.

Dalam penelitian buah biji Ketapang ini, kelompok pertama menurunkan kadar kolesterol dengan cara melakukan diet tingkat rendah, yakni hanya mengonsumsi makanan yang mengandung krim susu dan mengonsumsi sereal. Kelompok kedua melakukan diet yang sama dengan kelompok pertama.

Hanya saja pada kelompok kedua diet tersebut dilengkapi dengan konsumsi pil penurun kadar kolesterol sebanyak 20 ml per hari. Kelompok ketiga menjalani diet ketat sambil mengonsumsi makanan berserat, kedelai, dan buah biji Ketapang.

Kemudian, hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ketiga (yang mengonsumsi buah biji Ketapang) berhasil menurunkan kadar kolesterolnya hingga lebih dari 30%. Pasalnya, buah biji Ketapang mengandung vitamin E dalam jumlah yang banyak. Vitamin E tersebut berfungsi sebagai pemicu turunnya jumlah protein C-reaktif. Jumlah protein C-reaktif yang tinggi menunjukkan bahwa adanya peradangan arteri dalam tubuh yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung

Tomat Setengah Matang atau Matang ???

Menurut Ahli Nutrisi, Emilia Achmadi M.Sc., selain sebagai antioksidan yang baik untuk tubuh, tomat dapat melancarkan sirkulasi darah dan menjaga kesehatan jantung. Karena itu, kebiasaan Anda mengonsumsi jus tomat cukup baik.

Akan tetapi, memang lebih disarankan mengonsumsi jus dari tomat matang dibanding yang setengah matang. Selain beberapa gizi belum terbentuk sempurna saat tomat belum matang, kandungan gula alami dalam tomat setengah matang lebih sedikit dibanding buah matang. Karena rasanya tidak terlalu manis, dikhawatirkan Anda jadi tergoda untuk menambahkan banyak gula pada campuran jus Anda. Padahal, bila gula bergabung dengan asam amino yang terkandung dalam tomat akan terbentuk reaksi kimia yang disebut glycation yang dapat merusak kulit.

Jika ingin menambah rasa manis pada jus tomat setengah matang Anda, campurkan jus tersebut dengan buah lain yang manis. Anda bisa mencoba mangga atau semangka agar mendapatkan rasa manis alami. Boleh juga dengan menambahkan madu.