Sakit Gigi = Gerbangnya Penyakit Lain

Kabar buruknya, masalah yang ditimbulkan oleh sakit gigi dan sakit gusi ini dalam situasi dan kondisi tertentu bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit lain. Mulai dari kadar mengganggu, hingga ke tingkat yang cukup mengkhawatirkan.

• Migrain

Keluhan migrain atau sakit kepala sebelah biasanya disebabkan adanya masalah pada gigi bungsu (wisdom tooth). Beberapa orang baik-baik saja dengan kehadiran gigi bungsu, namun tak sedikit yang bermasalah. Ada beberapa problem saat gigi bungsu ini tumbuh, tapi yang biasanya menjadi penyebab migrain adalah ketika gigi tersebut tumbuh miring. Karena posisinya tidak tepat, dia cenderung mendorong gigi depannya. Akibatnya, saraf pada gigi terganggu hingga menjalar ke saraf di kepala. Tidak jarang sakit pada gigi ini menjalar sampai ke pundak.

• Sinusitis

Dilihat letaknya, gigi dan salurannya berhubungan dengan THT (telinga hidung tenggorokan). Salah satunya adalah gigi atas bagian depan yang berdekatan dengan rongga sinus. Sinus ini seharusnya adalah sebuah ruang kosong. Bila gigi di bagian ini mengalami infeksi, maka infeksi yang menjalar ke dalam akan membawa bakteri ke rongga sinus. Kuman dapat berkembang dan menyebabkan infeksi, sehingga terjadilah sinusitis (peradangan, atau pembengkakan jaringan yang melapisi sinus).

• Gangguan Pernapasan

Dalam sebuah jurnal kesehatan gusi dan mulut disebutkan, radang gusi bisa meningkatkan risiko kambuhnya penyakit asma. “Seorang kolega dokter mengatakan, ketika dia merawat pasiennya dengan perawatan gusi, lalu radang pada gusi tersebut sembuh, asma yang diderita pasien ikut membaik,” kata drg. Inge. Namun, ia menambahkan, hubungan antara radang gusi dengan gangguan pernapasan ini masih dalam penelitian awal.

• Sakit Rahang

Tak hanya sakit gigi dan sakit gusi, beberapa kasus juga bisa menyebabkan sakit pada rahang. Penyebabnya beragam. Pertama, ada beberapa orang yang terlahir dengan kondisi rahang kurang sempurna. Gigitan, yaitu pertemuan gigi bagian atas dan bawah tidak pas. “Gigitan itu ada polanya. Kalau gigitan itu tidak ideal, bisa menyebabkan trauma sendi. Kalau sudah parah, untuk membuka dan menutup mulut saja sulit,” jelas drg. Inge. Penanganannya dilakukan oleh seorang orthodontist.

Kedua adalah broxism. Mungkin Anda pernah dengar ada orang yang tertidur pulas, lalu dari mulutnya terdengar suara gemeretak karena gigi bagian atas dan bawahnya beradu. Untuk kondisi ini, drg. Inge mengatakan, tekanan yang ditimbulkan oleh keadaan ini sangat berat sehingga bisa menimbulkan trauma sendi rahang. Tapi, menurutnya, kasus broxism lebih tepat ditangani oleh psikiater, karena problemnya lebih menyentuh kejiwaan.

Mirip dengan broxism, penyebab ketiga adalah bad habit alias suka iseng menggosok-gosokkan bagian atas dan bawah gigi. Ketiga kasus tersebut selain membuat gigi aus (permukaan email hilang, gigi jadi ngilu, lebih sensitif), juga membuat rahang Anda menderita.

• Peradangan Katup Jantung (Endokarditis)

Ancaman dalam mulut yang paling serius sebenarnya adalah infeksi pada gusi. Kalau gusi tidak terawat, akan banyak bakteri bersarang. Gusi memiliki banyak pembuluh darah. Akibat terjadi peradangan gusi, maka pembuluh darah akan terbuka lebih lebar. Bakteri masuk ke pembuluh darah, lalu menyebar ke tubuh. Jika bakteri tersebut menempel pada katup jantung, dia akan menempel di dinding pembuluh darah seperti plak. Terjadi penyumbatan yang menyebabkan endokarditis. “Tidak banyak kasusnya, tapi lebih baik dicegah, terutama pada orang yang memiliki kelainan jantung,” kata drg. Inge.

• Risiko Bayi Lahir Prematur atau Kurang Berat pada Wanita Hamil

Menurut drg. Inge, beberapa penelitian menyebutkan, wanita hamil dengan kondisi kesehatan mulut yang buruk meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau kurang berat. Pada wanita hamil, terjadi perubahan hormon. Perubahan hormon juga menyebabkan gusi menjadi lebih sensitif. Ketika gusi kotor, bakteri bisa masuk ke pembuluh darah dan akhirnya memengaruhi kelahiran. Tidak selalu terjadi, tapi ada baiknya jika Anda hamil atau berencana hamil, lakukan perawatan gigi.

Iklan

Apa Itu Gigi Bernanah ?

Gigi bernanah adalah kumpulan nanah di akar gigi atau dalam jaringan gusi di sekitar gigi.

Penyebab

Gigi bernanah disebabkan infeksi bakteri

Gejala

Gejala utama adalah nahah terus menerus, sakit gigi berdenyut. Gejala berlanjut dengan demam dan pipi bengkak.

Pengobatan

Gigi bernanah akan hilang tanpa pengobatan. Jika nanah pecah rasa sakit menurun secara signifikan. Untuk mengobati penyakit ini dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk menghilangkan infeksi. Selain itu, penderita disarankan berkumur dengan air garam hangat. Dalam kasus yang berat, penderita disarankan dicabut giginya.

Gigi Sehat dan Rambut Lebat, Makan Saja Mentimun

Suka makan lalapan? Si hijau ini tak pernah absen tersaji bersama sayuran lainnya. Tak cuma enak dan segar dimakan, mentimun juga memiliki beberapa manfaat di dalamnya. Di antaranya untuk menghasilkan rambut yang kuat lebat dan juga mempertahankan kesehatan gigi dan mulut.

Mentimun merupakan sayuran yang rendah kalori, hanya sekitar 15 kalori per 100 gram. Kandungan di dalamnya antara lain potassium, betacarotene, vitamin C, A, lutein, dan zea-xanthin. Vitamin K juga ditemukan di dalamnya, yang memiliki peran penting untuk kesehatan tulang.

Mentimun rupanya bisa menunjang kesehatan rambut, dan membantu pertumbuhan rambut. Di dalamnya mengandung silicon dan sulphur, yang membantu pertumbuhan helai rambut yang sehat dan kuat. Agar lebih sehat dan maksimal, mentimun bisa diracik menjadi jus bersama wortel ataupun bayam.

Kandungan serat yang dikandung mentimun juga baik dikonsumsi orang yang memiliki masalah pada gigi dan gusi. Salah satunya adalah mengatasi pyorrhea atau radang tulang penopang gigi. Serat yang dikandung di dalam mentimun bisa mempertahankan kesehatan gigi.

Mengonsumsi makanan yang tinggi serat memang membantu produksi air liur. Mineral yang terkandung di dalamnya bisa cegah kerusakan gigi. Menurut American Dental Association (ADA), serat tinggi yang dikandung buah dan sayur juga bantu membersihkan gigi dan membuat mulut tetap segar.

Mentimun yang sudah dicuci bersih rasanya segar dan renyah jika dimakan langsung. Bisa juga dipotong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam racikan salad bersama sayuran lainnya.