Beberapa Alasan Tidur Cukup Membantu Menjaga Stamina dan Kesehatan.

943189_541589525879779_1511107557_nMembuat tubuh tetap langsing

Tidak peduli berapa jam Anda berolahraga di gym, Anda tidak akan mencapai hasil yang maksimal kecuali Anda memiliki waktu tidur yang cukup setiap malam. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa tidur memainkan peran penting dalam aktivitas hormon Anda, yang mempengaruhi nafsu makan dan metabolisme. Menurut beberapa laporan, mereka yang tidur delapan jam sehari cenderung kehilangan lebih banyak lemak tubuh. Itu mengalahkan mereka yang telah berdiet setiap hari.

Membuat wajah berseri dan terlihat awet muda

Melawan keriput cara termudah mungkin dengan mencapai istirahat maksimal dan bertahan dengan itu. Tidak hanya akan Anda merasa diremajakan, tetapi Anda juga akan menghilangkan rasa kebosanan. “Tidur malam yang baik akan memastikan bahwa Anda terjaga kesegarannya, tampak bercahaya dan awet muda,” kata ahli anti-penuaan Dr Nicolas Perricone dalam 7 Deadly Sins of Skin Aging. “Tidur yang cukup sangat penting untuk menghindari kantung mata dan memelihara kulit bercahaya. Tidur membangun kembali cadangan energi dan meregenerasi sel-sel tubuh.

Mampu meningkatkan kesehatan dan hidup yang bahagia

Perlu beberapa motivasi untuk resolusi Tahun Baru Anda? Bermimpilah! “Ingat ketika Anda masih kecil dan Anda bermain di luar selama berjam-jam dan seluruh tubuh Anda begitu lelah sehingga cepat tertidur? Olahraga teratur dapat membantu Anda tidur karena Anda tinggal ‘keluar penuh’ dan ketika saatnya untuk tidur, tubuh Anda siap,”. Anda tidak akan berpikir tentang stres sehari-hari yang membuat Anda terjaga di malam hari. Setelah Anda dingin dan rileks, tubuh Anda akan siap untuk tidur.

Iklan

Wabah PIKUN Melanda

Pada orang muda, masalah penurunan daya ingat lebih sering terkait dengan daya konsentrasi yang berkurang. Tanpa disadari, sumber perhatian yang begitu banyak akibat derasnya informasi dari berbagai gadget terkini yang tujuannya memudahkan hidup kita, justru mudah ‘memecah’ perhatian kita. Tak heran, banyak di antara kita yang menjadi korban memory lost, dalam kehidupan sehari-hari.

Meski begitu, menurut dr. Andry, SpKJ, Kepala Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, gadget canggih Anda bukanlah penyebab menurunnya kemampuan konsentrasi. “Sebenarnya, gadget tidak membuat orang susah konsentrasi. Akan tetapi, saking konsennya dia dengan gadget, seseorang kemudian menutup arus informasi panca inderanya dari yang lain. Makanya, jika di dalam rapat, ada orang yang sedang sibuk dengan gadgetnya, ia menjadi tidak fokus dengan pembicaraan dan agenda rapat,” jelas dr. Andri.

Salah satu gaya hidup yang turut andil dalam menyebabkan seseorang jadi pelupa, menurut dr. Andry, adalah faktor kurang tidur. Di dalam tubuh, ada dua hormon yang memengaruhi konsentrasi dan memori, yaitu noradrenalin dan serotonin. Pada saat tubuh kurang tidur, produksi kedua hormon ini menurun. Akibatnya konsentrasi akan menurun.

Kurang tidur memang hanya akan memperburuk kemampuan otak. Karena ternyata, kurang tidur juga membuat produksi zat melatonin menjadi berkurang. Padahal, melatonin memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah pikun.
Muncul pertanyaan, apakah mudah lupa ada hubungannya dengan tuntutan multitasking dan multi-thinking yang jamak dilakukan orang zaman sekarang? Mengenai hal ini, dr. Andry berkomentar, masalah lupa tidak ada hubungannya dengan kedua hal tersebut. “Selama seseorang punya daya konsentrasi yang bagus, tidak ada masalah dengan melakukan multitasking atau pun multi-thinking.”

Begitu juga dengan derasnya informasi yang mengalir, entah itu dari televisi, gadget teknologi informasi, media cetak, dan sebagainya. “Otak paham bahwa tidak semua informasi kita perlukan. Ketika kita ada ketertarikan dalam melihat suatu masalah, maka informasi tersebut akan mudah diingat,” jelas dr. Andri.

Gadget Alert !

Terganggu istirahat malam karena tetangga dekat rumah nonton film kartun, main DS atau PS3, atau memakai vacuum cleaner yang berisik sampai berjam-jam? Jangan salahkan teknologi. Yang terjadi di sini adalah kekeliruan tentang lama dan pilihan waktu untuk menggunakan gadget.

Sebuah studi terhadap warga New York, AS, menunjukkan, karena sibuk sepanjang hari di luar rumah, mereka menggunakan alat elektronik secara eksesif di malam hari. Menyalakan komputer, televisi, telepon genggam, dan lain-lain di saat jam tidur. Coba jujur, banyak dari kita yang juga begitu, ‘kan?

Masalahnya, sorotan cahaya buatan dari alat elektronik yang biasanya kita terima sejak matahari tenggelam, akan mendorong hormon melatonin (penyebab kita siaga) dan ritme jantung untuk bekerja terus-menerus. “Bila ini terjadi hingga larut malam, kita akan sulit untuk tidur. Itu sebabnya, bila kita menonton televisi di kamar tidur, sesudahnya kita justru jadi sulit tidur,” terang Budi Haryanto, Ph.D., M.Sc., MSPH., ahli kesehatan lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Bahaya tak langsung juga ada. Yang sedang ramai diperbincangkan, terlalu lama di depan TV membuat kita malas melakukan hal-hal lain. Sebaliknya, kita hanya mau makan, ngemil, minum soda. Akibatnya, berat badan bertambah secara berlebihan, kita jadi rentan obesitas dan diabetes. Menonton TV nonstop terlalu lama juga dapat menyebabkan amblyopia atau ‘mata malas’, khususnya pada anak-anak. Ini adalah gangguan transmisi (pengiriman) gambar yang kita terima secara visual saat menuju otak.