Banyak Gerak vs Banyak Duduk

Tak sedikit dari kita yang mengakhiri hari dengan rasa pegal di sekujur tubuh. Meski tidur seharusnya bisa jadi obat ampuh pemusnah pegal, tak jarang rasa sakit itu masih menghinggap saat kita membuka mata. Sekali atau dua kali, sih, tidak masalah. Tapi, jika terlalu sering merasa pegal-pegal, tentu produktivitas Anda akan terganggu.

Ada dua penyebab utama pegal-pegal, yakni:

  1. Tubuh terlalu banyak bergerak, hingga mengalami kontraksi otot yang berlebihan. Hal ini bisa terjadi ketika Anda terlalu banyak berolahraga atau melakukan aktivitas fisik berat lainnya, padahal sebelumnya tidak biasa melakukannya. “Tubuh manusia didesain untuk beradaptasi dengan baik. Jadi, jika seseorang sudah terbiasa berolahraga, misalnya 3 kali seminggu, ia tidak akan merasa pegal-pegal. Tapi, jika Anda sudah lama berhenti olahraga, kemudian baru memulai berolahraga lagi, tubuh Anda tentu akan merasa pegal-pegal. Begitu juga jika Anda sedang berusaha meningkatkan intensitas olahraga Anda, pasti tubuh akan kaget,” jelas dokter Phaidon

  2. Tubuh kurang bergerak, atau terlalu lama berada di posisi statis. Kondisi ini bisa menyebabkan sirkulasi darah tidak lancar, sehingga proses pengangkatan balik vena cava (pembuluh darah balik besar yang membawa darah ke jantung) tidak bekerja sempurna. Salah satu penyakit yang sering dialami pekerja kantoran yang terlalu sering duduk adalah seating disease

WC Duduk atau WC Jongkok Ya?

Memakai WC duduk apa WC jongkok dirumah kamu? tapi sepertinya saat ini, WC duduk sudah seperti tren.

Di kota maupun di daerah, penggunaan WC duduk sudah menjadi ‘lagu wajib’ bila membangun kamar mandi. Banyak yang beranggapan WC duduk kelihatan lebih modern dan indah.Sehingga ada anggapan WC jongkok sudah ketinggalan jaman..

‘Seindah’ itukah WC duduk?

Dari segi kerugian, WC duduk dapat menyebarkan penyakit, baik penyakit kulit sampai penyakit kelamin.

Saat seseorang duduk di WC duduk, spora jamur ‘bekas orang lain’ bisa nempel dan tumbuh di pahanya. Trichomonas Vaginalis termasuk ‘penyakit kelamin’ pun dapat turut serta berpindah ke tubuh kita. Efek yang tak kalah ‘horor’ adalah karena duduk di WC duduk terasa lebih ’nyaman’, banyak orang yang duduk ‘disitu’ lama-lama. Kebiasaan ini dapat berakibat terjadinya hemoroid -wasir- dan prolapsus uteri –keluarnya rahim lewat vagina-.

waaahhh…
WC jongkok pun juga punya kekurangan..

Keharusan berjongkok ria menyulitkan orang lansia dan yang bertubuh gemuk. Hal ini karena keseimbangan dan tenaga yang besar dibutuhkan untuk mempertahankan posisi jongkok.

Dari segi kelebihan, WC duduk lebih ‘terpercaya’ dalam hal sanitasi dan pembuangan ‘limbah’. Sedangkan WC jongkok unggul dalam mencegah hemoroid dan prolaps uteri.

Nah bingung kan..Hayo kamu pilih yang mana?

sumber :doktercare.com