Nonton TV Sambil Makan? Coba Baca Dulu !

183958_makandepantv

Makan sambil menonton televisi lazim dilakukan keluarga di Indonesia, terutama saat makan malam di mana acara televisi diisi dengan program hiburan. Namun menurut sebuah studi, makan sambil menonton televisi memiliki efek buruk.

Amanda Trofholz dari University of Minnesota, Minneapolis, melakukan penelitian kepada 120 keluarga yang memiliki anak usia 6 hingga 12 tahun. Peneliti melihat apakah keluarga menonton televisi saat makan dan apa saja menu makanannya selama satu tahun, dari tahun 2012 hingga 2013.

“Makan bersama keluarga memiliki banyak aspek protektif bagi kesehatan si kecil. Menyalakan televisi saat makan dapat membuat koneksi emosional antara anggota keluarga berkurang, sekaligus memicu pola makan tidak sehat karena kurang menikmati makanan,” tutur Amanda, dikutip dari Reuters.

Hasil penelitian menyebut hanya 35 persen partisipan yang mematikan televisi saat makan. 25 Persen lainnya menyalakan televisi hanya pada satu waktu makan dan 43 persen lainnya menyalakan televisi di semua waktu makan.

Bagi partisipan yang menyalakan televisi saat makan, hanya satu pertiga yang makan tanpa fokus ke acara televisi. Sisanya makan sambil menonton televisi dengan fokus tanpa ada kontak antara anggota keluarga.

Di sisi lain, partisipan yang makan tanpa menyalakan televisi mengaku lebih menikmati makanan mereka. Selain itu, mereka juga makan menu yang lebih sehat dengan lebih banyak sayur, gizi yang seimbang dan rendahnya menu makanan junk food, fast food atau take away dari luar.

Meski begitu, penelitian ini tidak membuktikan anak yang makan sambil menonton televisi lebih mudah gemuk atau obesitas. Namun Eileen FitzPatrick, asisten profesor dari The Sage COlleges, Troy, New York, mengatakan bahwa perhatian anak yang teralihkan saat makan bisa membuatnya makan lebih banyak tanpa disadari.

“Makan sambil menonton televisi bisa membuat anak makan banyak tanpa ia sadari. Hal ini terjadi karena otaknya fokus menyerap acara televisi sehingga mengabaikan sinyal kenyang atau kepuasan yang muncul ketika makan sudah cukup,” ungkapnya.

“Di sisi lain, makan malam tanpa gangguan televisi bisa membuat anak lebih menikmati makan, mencoba menu makanan berbagai rupa dan lebih mau mengikuti pola makan sehat ketika disediakan,” tutupnya. (http://health.detik.com/)

Jangan Ragu Memakan Biji Anggur

Siapa yang tidak tau akan buah anggur.Kita memakan anggur seringkali biji dan kulit anggur kita buang. Padahal biji anggur memiliki banyak khasiat.

Beragam riset memperlihatkan biji anggur mengandung lemak, karbohidrat, protein dan senyawa polifenol. Senyawa polifenol tersebut memiliki turunan berupa asam galat, catechin, epicatechin, gallocatechin, epigallocatechin, epicatechin, dan proanthocyanidins.Yang disebut terakhir bahkan memiliki sifat antioksidannya luar biasa. Kekuatannya mencapai 20 kali dan 50 lebih besar daripada vitamin E dan vitamin C. Berikut fakta biji anggur.

Grape-Wall1

1. Kandungan gizi anggur terbanyak berasal dari biji dan kulit anggur. Riset membuktikan biji anggur sumber fitokimia, sedangkan kulit anggur sumber antosianin.

2. biji anggur memiliki senyawa pycnogenol yang bisa mencegah serangan jantung melalui mekanisme perbaikan struktur pembuluh darah dengan membuatnya lentur. Nah pembuluh darah rapuh rentan mengalami sumbatan lemak dan kolesterol sehingga berujung kepada penyempitan pembuluh darah. Dosis konsumsi anggur (berikut bijinya) agar jantung sehat sebanyak 12—16 buah setiap 3—4 hari sekali.

3. Proanthocyanidins dalam biji anggur dapat memperbaiki elastisitas dan fleksibilitas kulit. Fungsi lainnya adalah melindungi tubuh dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.

4. Ekstrak biji anggur mampu membunuh sel kanker di leher dan kepala melalui mekanisme apoptosis yang menyebabkan sel-kanker melakukan program bunuh diri dengan sendirinya. Itulah hasil riset Rajesh Agarwal dari University of Colorado Cancer Center dan profesor di Skaggs School of Pharmaceutical Sciences yang dipublikasikan dalam Journal Carcinogenesis.

Ibu Hamil Wajib Konsumsi Apel?

10365785_566875176776431_5753677097186612848_n

Kolaborasi riset oleh peneliti dari Universitas Utrecht di Belanda dan Universitas Aberdeen di Skotlandia menemukan fakta bila konsumsi apel minimal seminggu 4 kali oleh ibu hamil dapat mengurangi potensi serangan asma dan alergi pada bayi yang dilahirkannya, seperti dikutip dari Asthma and Allergy Foundation of America.

Hasil itu merupakan kesimpulan dari penelitian terhadap 1.212 bayi lahir dari ibu yang rajin mengonsumsi apel dan dipantau hingga mereka berumur 5 tahun. Riset itu memperlihatkan ibu yang rajin mengonsumsi apel 4 kali seminggu minimal satu buah, akan melahirkan anak yang peluang terpapar asma dan alergi sebesar 37%.

Persentase itu lebih kecil dibandingkan ibu hamil yang sama sekali tidak mengonsumsi apel. Mereka berpeluang menurunkan anak yang rentan terserang asma dan alergi sebesar 53%. Para peneliti itu menyebutkan peran senyawa flavonoid di apel yang memberi efek perlindungan anak dari asma dan alergi.

Penelitian lain terkait khasiat apel untuk asma juga dipublikasi di Journal of Amerika Respiratory Critical and Care Medicine Volume 170 (halaman 725-729). Riset itu menjelaskan konsumsi 2 apel setiap pekan mampu mereduksi serangan asma hingga sepertiganya pada orang dewasa. Riset itu mengungkapkan peran antioksidan tinggi pada kulit apel dalam menjaga daya tahan tubuh sehingga mampu meminimalisir serangan asma.

Singkirkan Plak Gigi dengan Nanas !

Salah satu tujuan menyikat gigi adalah membuang plak yang menempel pada gigi. Plak gigi sejatinya adalah lapisan lunak yang terbentuk dari pencampuran sisa makanan dan bakteri dengan perantara air liur yang dihasilkan oleh kelenjar saliva. Plak yang menempel pada permukaan gigi tersusun oleh 80% air dan 20% sisanya terdiri dari atas protein, karbohidrat, lemak, kalsium dan fosfor. Nah plak gigi yang tidak dibersihkan kelamaan akan menyebabkan munculnya karang gigi (kalkulus) dan selanjutnya menjadi karies di gigi.

nenas

Sejauh ini upaya menghilangkan plak adalah dengan menggunakan pasta gigi mengandung bahan fluorida. Fluorida memang terkenal sebagai zat antiplak dalam industri pasta gigi. Namun pemakaian pasta gigi berbahan fluorida tidak disarankan untuk anak-anak berusia di bawah 4 tahun karena menimbulkan efek samping. Badan POM sejak lama menarik seluruh produk pasta gigi untuk anak-anak yang masih mengandung fluorida di atas 500 ppm.

Lantas bahan apa yang bisa dipakai sebagai pengganti? Salah satu alternatif zat antiplak alami terdapat pada enzim bromelain dari buah nenas. Enzim bromelain sudah diketahui memiliki khasiat multiguna seperti mengatasi radang, menghilangkan nyeri, mempercepat penyembuhan luka, membantu pencernaan, meningkatkan penyerapan obat, meningkatkan imunitas, meningkatkan sirkulasi darah, dan bersifat antitumor. Namun pemanfaatan sebagai zat antiplak belum banyak terungkap. Bromelain ternyata bisa membantu memecahkan protein, karbohidrat dan lipid dari makanan serta dekstran yang merupakan produk metabolit dari bakteri yang terbukti memegang peranan penting saat pembentukan plak gigi.

Riset Hidayah dan rekan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember pada 2000 memperlihatkan bromelain dapat memecah ikatan glutamin alanin dan arginin alanin yang merupakan asam amino penyusun protein. Penelitian Hidayah tersebut menggunakan gigi tiruan resin akrilik. Dengan kemampuan seperti itu pantas bromelain berpotensi sebagai bahan baku pasta gigi anak-anak. Bagi kita ada gunanya juga sesekali dalam sepekan mengonsumsi buah nenas segaruntuk mengurangi plak gigi bahkan mengikis karang gigi di luar kebiasaan mengosok gigi secara rutin.

Daun Jambu Air Obat Kencing Manis ?

Badan kesehatan dunia WHO pada 2008 memprediksi jumlah penderita kencing manis di dunia akan mencapai 360 juta orang pada 2030. Populasi penderita kencing manis itu meningkat 2 kali lipat dibandingkan jumlah penderita pada 2000.

Sejatinya penyakit kencing manis atau Diabetes Mellitus (DM) di dunia media dibedakan menjadi dua yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Perbedaan keduanya terlihat pada penderita seperti umur (diabetes tipe 1 rata-rata di bawah 25 tahun; tipe 2 di atas 35 tahun) dan postur (diabetes tipe 1 perawakannya kurus; tipe 2 menyerang orang yang mengalami obesitas alias kelebihan bobot badan karena pola makan dan gaya hidup).

jambu-air

Pada diabetes tipe 1 melonjaknya gula darah terjadi karena kerusakan sel pankreas sehingga produksi insulin yang semestinya bekerja memecah gula darah menurun. Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang justru terjadi resistensi insulin. Pada kasus ini sebetulnya jumlah insulin mencukupi, tetapi ia tidak mampu bekerja secara normal dalam mengontrol kadar gula darah. Nah penanganan keduanya berlainan. Penderita diabetes tipe 1 perlu injeksi insulin, sedangkan penderita diabetes tipe 2 cukup mengonsumsi obat oral atau obat telan.

Faktanya saat ini penderita diabetes tipe 2 paling banyak. Riset di Amerika Serikat memperlihatkan 85% pengidap kencing manis tergolong diabetes tipe 2. Nah selama ini pasien diabetes tipe 2 mendapatkan obat oral seperti Thiazolidinediones (TZDs). Obat itu bekerja menekan produksi glukosa. Namun hal itu tidak terbukti menyelesaikan masalah karena biang kerok sebenarnya adalah resistensi insulin.

Apa yang mampu mengatasi resistensi insulin sehingga insulin dapat bekerja normal? Rahasianya terdapat di sekitar kita: daun jambu air. Riset Thamilvaani Manaharan dari Department of Physiology, Fakultas Kedokteran Universitas Malaya di Malaysia dan Uma D Palanisamy dari School of Medicine and Health Sciences, Monash University, Sunway Campus di Malaysia yang tertuang dalam Journal Food Chemistry Volume 136 pada 2013 memperlihatkan ekstrak daun jambu air dapat memperbaiki resistensi insulin dan menurunkan kadar glukosa darah, bahkan memperbaiki komplikasi akibat penyakit kencing manis seperti impotensi pada pria.

Singkat kata mekanisme ekstrak daun jambu air itu dengan menghambat enzim hidrolisis karbohidrat, alpha glukosidase dan alpha amilase pada tingkat lebih signifikan. Ekstrak daun jambu air yang bersifat non toksik alias tidak beracun yang ditunjukkan pada pemberian oral kepada tikus hingga konsentrasi 2.000 mg/kg itu mampu menginduksi diferensiasi di 3T3-L1 pra-adiposit, meningkatkan penyerapan glukosa dalam sel lemak matang dan mampu meningkatkan adiponektin sekresi.

Menurut penelitian itu terdapat 6 senyawa penting di dalam ekstrak jambu air yang memperbaiki resistensi insulin pada diabetes tipe 2 yakni 4-Hydroxybenzaldehyde, myricetin-3-O rhamnoside, europetin-3-O-rhamnoside, phloretin, myrigalone-G, dan myrigalone-B. Riset itu bahkan merekomendasi industri farmasi untuk memakai ekstrak daun jambu air sebagai obat kencing manis.

Resep: Ambil 7 lembar daun jambu air yang tidak terlalu tua, rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa satu gelas untuk diminum. Konsumsi 2 kali sehari pagi dan sore. Bila kondisi membaik, konsumsi dilakukan setiap 3-4 hari sekali.

Sumber : bebeja.com

Sukun Memiliki Manfaat Tersembunyi Lho !

Pohon sukun mempunyai manfaat besar sebagai sumber pangan karena memiliki kalori dan kandungan gizi tinggi. Sukun masuk dalam lampiran International Treaty on Genetic Resource for Food and Agriculture karena jenis tersebut berkontribusi terhadap upaya global dalam menjamin ketahanan pangan.

Peran sukun sebagai pangan sudah diketahui sejak lama. Sir Joseph Banks yang berlayar di HMS Endeavour dengan Kapten Cook pada 1769, mengakui potensi sukun sebagai sumber pangan. Ia pun mengusulkan kepada Raja George III untuk mengangkut tanaman sukun dari Tahiti ke Karibia. Saat itu sukun dipandang sebagai sumber pangan yang sangat baik untuk para budak di Afrika di perkebunan di Karibia.
sukun
Di tanahair, sukun juga telah lama dimanfaatkan oleh penduduk mulai dari digoreng, dibuat keripik, gulai, jus, hingga menjadi perkedel. Bahkan Dalam bidang kehutanan, sukun merupakan salah satu jenis pohon pilihan dalam kegiatan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan karena memiliki sistem perakaran kuat dan tajuk lebar yang berguna mengurangi laju erosi.

Dari sisi budidaya, sukun tergolong mudah dibudidayakan secara luas maupun sedikit seperti di pekarangan. Jarak tanam yang digunakan umumnya lebar karena tajuk tanaman sukun juga cukup lebar. Penanaman pada lahan terbuka tidak ternaungi akan membantu pertumbuhan tanaman sukun lebih baik sehingga lebih cepat berbuah. Produksi buah sukun per hektar rata-rata mencapai 4-20 ton setiap kali musim buah.

Sumber : http://www.bebeja.com/