Turunkan Risiko Kanker Usus Dengan Makanan Berserat Tinggi


Makanan berserat tinggi disinyalir mampu mencegah seseorang terkena penyakit kanker usus. Dari hasil penelitian EPIC (European Prospective Investigation into Cancer & Nutrition) dan AICR(American Institute for Cancer Researche) bulan Mei 2003, kecukupan konsumsi serat pada pola makan setiap hari ternyata dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 40%, pada masyarakat Eropa dan 27% pada masyarakat Amerika. 

serat

Menurut laporan WHO , dalam laporan World Cancer Report, diperkirakan tahun 2020 penderita kanker di dunia akan meningkat 50% menjadi 15 juta orang. Kanker yang paling menonjol peningkatan penderitanya adalah kanker usus. Saat ini, 1 juta orang penderita kanker terdeteksi mengidap penyakit kanker usus ini, dan hampir 1/2 juta diantara pasien tersebut meninggal dunia.

Di Amerika serikat, kanker ini menduduki peringkat kedua yang mampu merenggut nyawa penduduk mereka, setelah kanker paru. Setiap tahunnya sekitar 130.000 orang dengan angka kematian 50.000 orang per tahun. Memang rata-rata penderita tersebut terlambat memeriksakan diri ke dokter, dan mereka baru memeriksakan diri saat kanker mereka sudah pada stadium akhir atau stadium 4, dimana kemungkinan hidup mereka sudah sangat kecil dan tidak bisa disembuhkan. 

Namun dibalik laporan dan fakta yang menakutkan tersebut, ada sedikit harapan bahwa penyakit tersebut bisa dicegah melalui perubahan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Perubahan pola makan sehat, melalui kecukupan serat dari sayur dan buah, serta perubahan gaya hidup yang sehat melalui aktifitas fisik, ternyata terbukti mampu menurunkan resiko kanker usus hingga 40%.

Untuk Indonesia sendiri, data resmi sulit di dapat. Walaupun demikian, dua rumah sakit rujukan, RSCM dan RS Kanker Dharmais, memberikan data bahwa setiap bulannya mereka mendapat pasien baru penderita penyakit ini. Untuk RSCM diperkirakan sekitar 50 orang pasien setiap bulannya terdapat penderita kanker usus baru, sementara untuk Rumah Sakit Kanker Dharmais ditemukan sekitar 6.5% pasien kolonoskopi sudah menderita kanker usus.

Sementara itu, Depkes RI juga sudah mulai menciptakan kesadaran ‘awareness’ terhadap akibat kurangnya asupan makanan berserat pada masyarakat kita. Menurut hasil penelitian Depkes RI, ditemukan pada tahun 2001, konsumsi serat masyarakat kita ternyata lebih rendah daripada konsumsi serat masyarakat Eropa dan bahkan Amerika Serikat.

Masyarakat Eropa dan Amerika mengkonsumsi serat sekitar 15 gram setiap harinya, sedangkan masyarakat kita hanya 10.5 gram setiap harinya. Angka ini sangat memprihatikankan karena menurut para ahli kesehatan seharusnya kita mengkonsumsi serat antara 25 – 35 gram setiap harinya. Banyak penelitian dunia yang melihat kaitan antara kurangnya asupan serat akan menyebabkan beberapa penyakit berikut ini: susah buang air besar, wasir, kanker usus, kegemukan, kolesterol dan diabetes mellitus.

Jika Anda ingin terhindar dari risiko terkena penyakit kanker usus ini, biasakan untuk:

1.Berolahraga dengan teratur
2.Biasakan Buang Air Besar setiap hari dan hindari mengejan
3.Makan sayur dan buah 4 porsi setiap hari
4.Bila kurang sayur dan buah, dapat digunakan suplemen serat dengan jumlah dan cara pemakaian yang benar.

Mudah-mudahan dengan cara yang sederhana ini, Anda dapat terhindar dari kanker usus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s