Perlukah Anak Minum Susu Selepas ASI ?


Setelah tidak lagi mendapatkan ASI di usia dua tahun kebutuhan nutrisi balita memang bisa terpenuhi dari makanannya sehari-hari. Kendati begitu susu bisa menjadi pelengkap gizinya, terutama karena kandungan kalsiumnya yang tinggi.

Sejak lahir sampai usia 6 bulan bayi harus mendapatkan ASI saja, kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI. Di atas usia setahun, kandungan nutrisi dalam ASI hanya mampu memenuhi sepertiga dari kebutuhan nutrisi hariannya.

Setelah usia setahun kandungan kalsium dalam ASI menurun, karena itu harus didapatkan dari sumber lain, misalnya saja susu, ikan kecil yang dimakan dengan tulang, atau sayuran berdaun hijau,” kata dr. Yoga Devaera, Sp.A, dalam acara media edukasi mengenai teknologi pengemasan susu cair yang diadakan oleh Tetra Pak di Jakarta.

Untuk itulah orangtua perlu mencermati pilihan susu yang tepat dan disesuikan dengan kondisi anak. Bila anak dalam kondisi sehat atau tidak memiliki indikasi medis tertentu, susu whole milk atau tanpa modifikasi bisa menjadi sumber kalsium dan protein anak.

Meski begitu Yoga mengingatkan bahwa susu tidak dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan seluruh nutrisi. “Kalau makanan cair yang mirip susu memang didesain untuk itu, tetapi anak perlu makanan untuk melatih perkembangan keterampilan makannya,” kata dokter dari divisi nutrisi dan metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s