Wabah PIKUN Melanda


Pada orang muda, masalah penurunan daya ingat lebih sering terkait dengan daya konsentrasi yang berkurang. Tanpa disadari, sumber perhatian yang begitu banyak akibat derasnya informasi dari berbagai gadget terkini yang tujuannya memudahkan hidup kita, justru mudah ‘memecah’ perhatian kita. Tak heran, banyak di antara kita yang menjadi korban memory lost, dalam kehidupan sehari-hari.

Meski begitu, menurut dr. Andry, SpKJ, Kepala Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, gadget canggih Anda bukanlah penyebab menurunnya kemampuan konsentrasi. “Sebenarnya, gadget tidak membuat orang susah konsentrasi. Akan tetapi, saking konsennya dia dengan gadget, seseorang kemudian menutup arus informasi panca inderanya dari yang lain. Makanya, jika di dalam rapat, ada orang yang sedang sibuk dengan gadgetnya, ia menjadi tidak fokus dengan pembicaraan dan agenda rapat,” jelas dr. Andri.

Salah satu gaya hidup yang turut andil dalam menyebabkan seseorang jadi pelupa, menurut dr. Andry, adalah faktor kurang tidur. Di dalam tubuh, ada dua hormon yang memengaruhi konsentrasi dan memori, yaitu noradrenalin dan serotonin. Pada saat tubuh kurang tidur, produksi kedua hormon ini menurun. Akibatnya konsentrasi akan menurun.

Kurang tidur memang hanya akan memperburuk kemampuan otak. Karena ternyata, kurang tidur juga membuat produksi zat melatonin menjadi berkurang. Padahal, melatonin memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah pikun.
Muncul pertanyaan, apakah mudah lupa ada hubungannya dengan tuntutan multitasking dan multi-thinking yang jamak dilakukan orang zaman sekarang? Mengenai hal ini, dr. Andry berkomentar, masalah lupa tidak ada hubungannya dengan kedua hal tersebut. “Selama seseorang punya daya konsentrasi yang bagus, tidak ada masalah dengan melakukan multitasking atau pun multi-thinking.”

Begitu juga dengan derasnya informasi yang mengalir, entah itu dari televisi, gadget teknologi informasi, media cetak, dan sebagainya. “Otak paham bahwa tidak semua informasi kita perlukan. Ketika kita ada ketertarikan dalam melihat suatu masalah, maka informasi tersebut akan mudah diingat,” jelas dr. Andri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s