Konsumsi Minuman Energi Memiliki 4 Risiko Kesehatan


Seseorang dapat mendapatkan suntikan energi instan setelah minum minuman energi karena kadar tinggi kafein yang terkandung di dalamnya. Tetapi muncul kekhawatiran apakah konsumsi minuman energi berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang.

Minuman energi mengandung sekitar 215 miligram kafein atau setara dengan kafein dalam 2 cangkir kopi. Konsumsi kafein dalam jumlah yang tinggi telah dikaitkan terhadap beberapa penyakit.

Berikut 4 masalah kesehatan yang terkait konsumsi minuman energi,

1. Masalah jantung

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Food and Drug Administration (FDA) telah menerima 30 keluhan serangan jantung yang terjadi akibat konsumsi minuman energi. Sebelumnya pada tahun 2007, seorang pria Australia juga dilaporkan mengalami serangan jantung setelah mengonsumsi 8 kaleng minuman energi selama lebih dari 7 jam.

Pasien yang mengalami masalah jantung tersebut sama sekali tidak memiliki riwayat nyeri dada. Hal ini mungkin disebabkan karena tingkat kafein yang terlalu tinggi dalam minuman energi dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

Kafein juga dapat menyebabkan sel-sel hati untuk melepaskan kalsium, mempengaruhi detak jantung, dan menyebabkan tidak normalnya denyut jantung (aritmia). Minuman ini juga dapat mengganggu keseimbangan kadar garam dalam tubuh, yang juga berkaitan dengan aritmia.

Namun, belum ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa minuman energi menimbulkan masalah jantung. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan seberapa banyak jumlah konsumsi minuman energi yang dapat mengganggu jantung.

2. Risiko keguguran

FDA juga telah menerima satu laporan yang menghubungkan konsumsi minuman energi dengan keguguran kehamilan. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2006 terhadap lebih dari 1.000 wanita hamil menemukan bahwa wanita hamil yang mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein per hari, dua kali lebih mungkin mengalami keguguran dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak minum kafein.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008 tidak menemukan hubungan antara konsumsi kafein, terlepas dari jumlahnya dengan risiko keguguran pada usia kehamilan 20 minggu. Karena studi ini masih belum menemukan titik temu, American College of Obstetricians and Gynecologists menyarankan bahwa wanita hamil harus membatasi konsumsi kafein sampai 200 mg per hari.

3. Peningkatan risiko kecanduan alkohol

Studi menunjukkan bahwa menggabungkan antara alkohol dan minuman energi dapat membahayakan kesehatan. Meskipun kafein adalah stimulan, penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat melawan efek penenang dari alkohol.

Pencampuran alkohol dan minuman energi dapat membuat orang terjaga untuk jangka waktu yang lama dan memungkinkan untuk mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Studi ini diterbitkan dalam Journal of American Medical Association tahun lalu.

4. Gangguan kecerdasan otak

Para pelajar biasanya minum minuman energi untuk mendongkrak semangat dan agar tetap terjaga untuk belajar. Tetapi sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010 menemukan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah besar menimbulkan efek sebaliknya yaitu mengurangi kecerdasan otak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s