Banyak Gerak vs Banyak Duduk


Tak sedikit dari kita yang mengakhiri hari dengan rasa pegal di sekujur tubuh. Meski tidur seharusnya bisa jadi obat ampuh pemusnah pegal, tak jarang rasa sakit itu masih menghinggap saat kita membuka mata. Sekali atau dua kali, sih, tidak masalah. Tapi, jika terlalu sering merasa pegal-pegal, tentu produktivitas Anda akan terganggu.

Ada dua penyebab utama pegal-pegal, yakni:

  1. Tubuh terlalu banyak bergerak, hingga mengalami kontraksi otot yang berlebihan. Hal ini bisa terjadi ketika Anda terlalu banyak berolahraga atau melakukan aktivitas fisik berat lainnya, padahal sebelumnya tidak biasa melakukannya. “Tubuh manusia didesain untuk beradaptasi dengan baik. Jadi, jika seseorang sudah terbiasa berolahraga, misalnya 3 kali seminggu, ia tidak akan merasa pegal-pegal. Tapi, jika Anda sudah lama berhenti olahraga, kemudian baru memulai berolahraga lagi, tubuh Anda tentu akan merasa pegal-pegal. Begitu juga jika Anda sedang berusaha meningkatkan intensitas olahraga Anda, pasti tubuh akan kaget,” jelas dokter Phaidon

  2. Tubuh kurang bergerak, atau terlalu lama berada di posisi statis. Kondisi ini bisa menyebabkan sirkulasi darah tidak lancar, sehingga proses pengangkatan balik vena cava (pembuluh darah balik besar yang membawa darah ke jantung) tidak bekerja sempurna. Salah satu penyakit yang sering dialami pekerja kantoran yang terlalu sering duduk adalah seating disease

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s